Pojok Test Ride: Ducati Hyperstrada 2013 (Part I)


DSC_0314

KBY – Sejatinya, ini adalah test ride yang tertunda, karena seharusnya dilakukan pada tanggal 31 Desember 2013 lalu sekaligus kopdar. Namun karena hujan deras mengguyur Jakarta saat itu, maka test ride Ducati Hyperstrada ini pun gagal. Well, i have a second chance though…

On second thought, it’s a blessing in disguise actually, jika saja test ride jadi dilakukan tempo hari, maka KBY hanya akan merasakan mulusnya aspal jalan Senayan, sedangkan test ride kali ini, malahan membuat KBY bisa merasakan quality riding dari motor bergenre dual purpose ini, yoi, melaju di jalan light off road, habitat aslinya si Hyperstrada.

Sebelum melihat sosok aslinya, yang ada di benak KBY adalah membayangkan satu sosok motor tinggi besar ala KLX 250 dan Z800. Begitu melihat langsung, lah hanya lebih besar dari KLX 150 saja ternyata, bentuknya tidak massive. Imej motor berat dan nyusahin pun langsung sirna.

Tidak sabar untuk mengetahui tinggi dan bobotnya saat ditunggangi, KBY dengan pede langsung naik ke atas joknya. Tidak seperti saat mencoba menaiki Z800 dahulu yang sudah mengkeret saat melihat sosoknya dan harus dipegangi saat naik karena ngeri rubuh, si Hyperstrada ini walau masih tinggi, tapi tidak membuat KBY bersusah payah menaikinya.

Hasilnya, memang masih jinjit, dan KBY merasa si Hyper ini masih sedikit lebih tinggi dari Z800, karena saat mencoba Z800, tidak menggunakan sepatu. Bobot yang enteng membuat ridernya tidak merasa terbebani dan menjadi percaya diri. Percaya diri adalah hal yang positif asal tidak over confident yang bisa jadi bumerang saat mengendarainya.

Biar jinjit tapi pede lads...

Biar jinjit tapi pede lads…

DSC_0315

Setelah ditutor sebentar seputar settingan riding oleh sang owner om Syaifu rekan di J-Bikers, KBY langsung tancap gas mengitari komplek di sekitar Komplek Kemang Pratama 3 Bekasi Barat. Saat itu Riding Mode ada di posisi Urban, disetel oleh om Syaifu, katanya biar adaptasi dulu plus untuk antisipasi jalanan yang masih basah oleh turunnya hujan,  takutnya licin kalau disetel pada mode Sport. Oia ada tiga Riding Mode yang bisa digunakan, Sport, Touring dan Urban. Urban merupakan settingan terendah, tenaga dipangkas, kontrol traksi (DTC) maksimal dan ABS dinyalakan depan belakang.

DSC_0312

Lanjut, tenaga yang keluar dari mesin DOHC berkapasitas 821cc berkonfigurasi L dengan code name Testasretta II yang bisa memuntahkan tenaga maksimal 110 HP ini terasa smooth (iyalah wong di setel ke urban, tenaga dipangkas menjadi 75 HP saja). Soal spesifikasi teknis mesin yang lengkap dari Hyperstrada ini, lads bisa menyambangi blog Kang Taufik TMC disana lengkap dijabarkan, KBY mah ngegas aja hehe.

KBY suka posisi duduknya, tinggi memang, tapi touring banget lah, jok bagian alas (maaf) bokong seakan akan ada yang menopang, busanyapun terasa empuk sehingga rider akan merasa nyaman dalam perjalanan jauh. Setangnya lebar, membuat sedikit kagok di awal tapi tidak butuh lama untuk beradaptasi. Hyperstrada pun KBY bawa mengitari komplek di area belakang, kondisinya sepi jadi bisa sedikit geber-geberan.Mencoba menikung, buat KBY sih terasa aneh ya, kaku dan seperti melawan saat akan dibelokkan, mirip seperti ER6N milik om Fatur yang tempo hari KBY pernah tes.

Berbelok ke arah kanan sangat tidak menyenangkan buat KBY, sudahlah susah belok, kudu ke kanan pula, karena buat KBY pribadi memang lebih senang menikung ke kiri, mau roda dua atau empat sama saja hehehe. Akhirnya setelah beberapa kali berputar putar, baik ke arah kanan maupun kiri, KBY menemukan trik sendiri yang nyaman dalam berbelok (mungkin memang sebenarnya seperti itu cara berbeloknya, tapi KBY menemukannya atas hasil experience sendiri).  Saat berbelok ke kanan maka setang/ tangan sebelah kiri didorong ke arah kanan dan tangan kanan sedikit menahan setang agar tidak terlalu banyak beloknya, begitu pula sebaliknya. Ibarat seperti kita berbelok dengan menggunakan sepeda, hanya dengan ban lebih besar sehingga harus ada bagian tangan yang menahan sesuai dengan arah beloknya.
image

Setelah dirasa cukup mahir dengan settingan Urban (gaya bener), KBY pun mencoba settingan Sport. Ternyata jauh lebih mengasyikkan, tenaga dan torsi langsung terasa dari RPM bawah, dan amazingnya, tenaga tidak meletup letup sehingga tidak ada istilah ndut ndutan saat diajak cruising pada low speed. Ini perbedaan yang KBY rasakan dengan MV Agusta F3 675 dan MV Agusta Brutale 675. Saat sedang asik berkeliling, KBY menemukan amusement park yang tepat buat si Hyper ini dan seakan-akan mengamini yang ada dibenak KBY, Hyperstrada pun menuntun KBY ke area tersebut. masih di area yang sama namun di salah satu jalan terdapat  jalan yang belum jadi dengan panjang kurang lebih 70 meter.

tombol abu-abu untuk menyetel Riding Mode

tombol abu-abu untuk menyetel Riding Mode

Segera KBY pun melintasi jalan jelek tersebut, woh nikmat juga ternyata, tidak ada istilah bokong geser kanan kiri akibat ban terjebak diantara bebatuan, ban Pirellinya tetap mantap mencengkram jalan. Suspensipun bekerja sangat baik, singkatnya sangat berbeda jika kita melintasi trek tersebut dengan bebek, skutik atau tipe sport lainnya. Jika memakai tipe trail seperti KLX mungkin akan mirip mirip. KBY melakukannya beberapa kali, perlahan dan full speed, masih tetap stabil dan ayunan suspensinya mantap, setang pun tidak perlu di-counter saat melintasi bebatuan. Tapi jika kita melintasinya terlalu cepat, mungkin gejala selip akan tetap ada. Apa iya? Nantikan di part II-nya ya lads, karena artikel ini sudah terlampau panjang. Bukannya dapat sharingnya malah ketiduran nanti.

Mangga digeber and thanks for reading ….

Kita akan melintasi trek ini pada artikel berikutnya...

Kita akan melintasi trek ini pada artikel berikutnya…

image

Berikut link Youtube nya, maaf kalau rada burem-burem ya hehehe…

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Moge, Opini, Sharing, Tes Produk, Test Ride dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

140 Balasan ke Pojok Test Ride: Ducati Hyperstrada 2013 (Part I)

  1. orong-orong berkata:

    dingklik mana dingklik?

    Suka

  2. orong-orong berkata:

    cocok om, beli om

    Suka

  3. Blank Canvas berkata:

    Ducati mana nya abi milarian artos kanggo meser mongstor teh, ducati bank ducati mana atuh nya.. hihi . . .

    tracknya juara… pasti diperumahan belom jadi.. hehehe

    Suka

  4. jetwan tumpaker berkata:

    KSR dibawa ka mak erot ieu teh 😀
    *hi-heels mode [ON]

    Suka

  5. potretbikers berkata:

    Wich, moge lagi 😀

    Suka

  6. Heri berkata:

    Kemang Pratama 3 masuk daerah Rawalumbu Om. Kebetulan rumah saya dibelakang perumahan ini 🙂

    Suka

  7. b.e.g fanboy berkata:

    ducati emg bkin horny,,,,,,

    Suka

  8. smartfaiz berkata:

    Awas njungkel 🙂
    Klo jalan merambat seperti jalanan jakarta ini sepertiya tobat jinjitnya

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Ada triknya sbnrnya, cuma ya buat gw sih agak-agak disgusting ya gayanya. Kudu turunin kaki satu wkwkwkk… Kesannya maksa kaya gada motor laen aja .. Buat gw loh

      Suka

  9. awansanblog berkata:

    wah jinjit ya om , untung gx offroad beneran bisa gubrak hehe

    http://awansanblog.wordpress.com/2014/01/10/nikmatilah-jalan-yang-berlubang/

    Suka

  10. surya berkata:

    ni motor pasti jozz juga buat nerabas banjir…
    tapi harganya,,, pasti mahal yo lek…

    Suka

  11. Ari CX Rider berkata:

    waduw ..
    bikin ngiler aja.. test ride di mimpi dulu ah :mrgreen:

    Suka

  12. dedisuryana berkata:

    mantap ya Om Torsi-nya? :p posisi duduk-nya jg nyaman banget 😀 tes ke Pelabuhan Ratu via Cikidang Om 😀

    Suka

  13. ari berkata:

    wah…gan kobay bikin ngiri aja nih…
    btw ane belum pernah naik moge lho 😀

    Suka

  14. july berkata:

    wah, nyemplak teknologi desmodromic..dgn tipe dual purpose, di test di medan semi off road gak Lek ?

    Suka

  15. genbuz berkata:

    tanya kang, kenapa sih sampean kok takut banget n ngga PD kalo mau nunggang motor yg jok nya tinggi… Mohon pencerahan nya ya kang…?

    Suka

  16. nduwene mio tumpakane r6 berkata:

    diavelny mna kang?

    Suka

  17. old blade berkata:

    gedean motor nya daripada org nya 😀

    Suka

  18. old blade berkata:

    oh nga jual z250 teh arek meuli hyperstrada 😀

    Suka

  19. wtf170 berkata:

    gak mampir bang…ane perum rawa lumbu sekali gas nympe dr kemang 3

    Suka

  20. aRya berkata:

    pake kamera slr yaa oms videonya??
    ada yg miss focus.hehehe.

    Suka

  21. old blade berkata:

    kapangih ayna mah,si om kobay jual z250 teh,rek meuli r25,eta ava dna whatsapp na R25 😀 ngaku sok om 😆

    Suka

  22. bono berkata:

    motor jurdun motogp & wsbk… masalalu

    Suka

  23. wiro gak pake sableng berkata:

    absen.

    Suka

  24. Rio berkata:

    Wuiihhh kalau ada tesride moge boleh dong saya diajakin mazbro, sementara ngetes motir harian ajah
    http://motorrio.com/2014/01/21/tes-ride-honda-spacy-fi-spacious/

    Suka

  25. MbahManten berkata:

    Ooo…, baru denger suara mesinnya, ternyata kalo motor mahal ada fitur suara “guk guk”nya ya #Dikeplak

    Suka

  26. lexyleksono berkata:

    Mantaap niiy motor masbro, waktu touring ke Jogja salah satu peserta pake motor ini. Untuk melewati jalanan ancur-ancuran kelihatan oke-oke aja..

    Suka

  27. Mase berkata:

    jinjit balet

    Suka

  28. Farrel berkata:

    Wow mantep muncul jg artikel test ridenya, ngomong2 itu ban belakangnya standar kan? keliatannya gede bgt

    Suka

  29. Wong Ndeso 94 berkata:

    mongtor gede 😀

    Suka

  30. Leopold S berkata:

    dual purpose yang cantik ya cuma ini. eh sama Yamaha Tenere juga.

    Suka

  31. gilaroda2 berkata:

    klo dibanding f3 ngangenin mana masbro??? 😀

    Suka

  32. Ping balik: Pojok Test Ride: Ducati Hyperstrada 2013 (Part II), Si Jangkung Yang Bersahabat | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  33. Ping balik: Test Ride MV Agusta Brutale 1090 – Etape I – Gandaria To Pancoran | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  34. Ping balik: Pojok Test Drive Tematis Diesel: BMW X3 XDrive 2.0 Diesel AT 2013 | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  35. Ping balik: Test Ride: My First 15,5KM With CBR 250R 2011 | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  36. Ping balik: Pojok Opini: Punya Moge Beneran Itu Truly Exciting… However.. | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  37. Ping balik: Test Ride Singkat: KTM Duke 200… Mantap di Putaran Bawah | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  38. Leopold S berkata:

    jadi iri sama om Yogas mainnya motor besar *ngaceng eh ngeces

    Suka

  39. bapakeVALKYLA berkata:

    bokongnya seksi… 😀

    Suka

  40. Ping balik: Official Test Ride: Honda CB 500X, Big Bike Adventurer Ternyaman ..!! | KobaYogas.COM

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s