Pojok Opini: Daripada AHO Mending DRL Lah…


lampu3

Tidak sedikit yang mengeluhkan soal Automatic Headlamp On (AHO) yang belakangan ini telah menjadi fitur standar di roda dua

KBY – Sebenarnya apa sih tujuan dibuatnya fitur AHO pada roda dua? Mari berbagi opini…KBY sudah mengenal fitur AHO ini pada tahun 2002, saat studi di negeri jiran selama satu setengah tahun, namun tidak atau belum tahu kalau nanti namanya menjadi AHO. Awalnya adalah saat KBY sedang berada dalam taksi dari KLIA menuju apartemen di bilangan Brickfields (little India), pertama kali menjejakkan kaki di negeri orang. Melaju di freeway KBY banyak melihat roda dua bersliweran, dan dari cermin tepi (spion) sisi kiri, terlihat beberapa roda dua berada di belakang kiri taksi yang KBY tumpangi. Jelas terlihat dari menyalanya lampu roda dua tersebut.

Curious, KBY bertanya kepada supir taksi tersebut kenapa siang hari bolong lampu utama dinyalakan, dijawab memang sudah sejak beberapa tahun belakangan, pemerintah Malaysia mengharuskan kendaraan roda dua menyalakan lampunya. Tujuannya agar mudah terlihat atau membuat aware pengemudi kendaraan yang berada di depannya melalui spion. Dengan adanya peraturan tersebut dikatakan memang tingkat kecelakaan menurun cukup signifikan.

pict courtesy of Saft7

pict courtesy of Saft7

pict courtesy of Saft7

pict courtesy of Saft7

So jika saat ini pemerintah Indonesia menetapkan kendaraan roda dua harus menyalakan lampunya tidak hanya di malam hari namun juga siang hari, tujuannya bukan agar si pengemudi motor bisa melihat ke depan, that’s totally wrong..!! Tapi agar kendaraan di depannya (termasuk dari arah berlawanan) bisa lebih aware bahwa di belakang atau didepannya ada kendaraan lain yang lebih kecil, sehingga antisipasi bisa dilakukan lebih awal dan lebih mudah. Ujung-ujungnya tujuannya adalah menekan angka kecelakaan.

Pabrikan pun kemudian berinisiatif untuk memasang fitur AHO, tujuannya agar para pengemudi tidak lupa menyalakan lampu di siang hari (karena kebiasaan pengemudi sini yang bebal akan peraturan). Pun begitu, fitur tersebut tidak selalu 100% bermanfaat, kadang katanya menyulitkan karena saat memasuki gang, lampu tidak bisa dimatikan dan harus mematikan sekaligus mesin motornya untuk kemudian motor jadinya wajib didorong, nyusahin!! Belum lagi bohlam yang jadi berkurang usia pakainya, sama dengan accu.

So, kalau tujuannya adalah “VISIBLE” alias “TERLIHAT”, kenapa tidak menempelkan Daytime Running Lights (DRL) aja? Toh fungsi DRL pada kendaraan ya sama seperti AHO, agar pengemudi lain aware ada kendaraan kita atau kendaraan lain di sekitarnya. Kelebihan DRL pun banyak, seperti cahaya lebih terang namun tidak menyilaukan, lalu daya listrik yang lebih hemat sehingga keluhan pada accu (aki) bisa diminimalisir serti keluhan sering putusnya bohlam bisa dihindari. Selain itu, dengan penempatan yang pas, DRL bisa membuat kendaraan menjadi elegan dan futuristik tanpa harus menjadi norak.

DRL Minerva VX R150

DRL Minerva VX R150

DRL Ducati Diavel

DRL Ducati Diavel

Hambatan terbesar DRL saat ini menurut KBY adalah cost…dengan harus menempelkan DRL maka akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk penambahan part DRL tadi, biayanya pun ya jadi dibebankan kepada konsumen. Hmmm padahal saat ini led untuk DRL sudah tidak mahal loh. So what d ya think think lads? Setujukah pengaplikasian DRL seperti di roda empat pada roda dua?

DRL pada mobil

DRL pada mobil

Mangga digeber … Thanks for reading and sharing lads..

Girls and Honda

KobaYogas from WordPress for Android

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Diskusi, Opini, Sharing dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

79 Balasan ke Pojok Opini: Daripada AHO Mending DRL Lah…

  1. Aluvimoto berkata:

    tapi kalo siang ga begitu keliatan di spion mobil 🙄 . pake headlamp led yang lagi ngetrend sekalian (kaya gt-r 2015 :mrgreen: )

    Suka

  2. rama berkata:

    telu

    Suka

  3. iyan berkata:

    bener banget

    Suka

  4. s0erya berkata:

    aho tu sangat bermanfaat meng hindarkan kita dari terkena tilang! 😀 ada yg sudah ke tilang gara2 lampunya gak dinyalain?

    Suka

    • febri berkata:

      Hadir masbro,lapora pernah ketilang g nyalahin lampu,lawong dpan polisinya tuh lampu mati,padahal saklar nyala.. Aassseeeemmm

      Suka

    • вееиТоЯ berkata:

      ane kena tilang 2x om, tp dihentikan 5x gara2 lampu mati…
      yg 3x bablas…
      gak ngurus pulisi, gas poll…
      wkwkwkwkwk

      Suka

  5. mas huda berkata:

    TVS ada DRLnya juga tapi ya tetep AHO

    Suka

  6. haryudh4 berkata:

    Kalo saya ngakalin supaya bohlam gak cepet putus, dibalik2 aja. Siang pakai lampu jauh, karena untuk visible ke kendaraan lain di depan agar lebih terlihat. Dan malam pakai lampu dekat, buat terangi jalan…. Jadi gak 1 doang yang dipakai, juga biar gak cepept putus 😀

    Suka

    • Joko berkata:

      Siang pakai lampu jauh malah bikin silau, bahaya. Kalau di luar negeri, menyalakan lampu jauh saat ada kendaraan lain malah ditilang.

      Suka

      • haryudh4 berkata:

        Justru itu tujuannya, supaya lebih keliatan di spion (jalanan satu arah). Disini dan luar negeri seperti Eropa beda. Disini cuaca cerah banget, sedang Eropa terutama di musim dingin siang pun bisa gelap banget karena jauh dari matahari. Maka itu disana DRL aja cukup, karena udah terlihat…

        Kalau masalah silau, kebanyakan motor bebek / skutik lampunya juga pada silau. Soalnya setelan dari pabrik lampunya pada ngaceng nyenter ke atas, bukan ke jalan. Sekalipun disetel pun gak banyak membantu. Kecuali motor batangan non fairing, gampang disetel. Tinggal naik / turunin rumah headlamp aja beres, kita yang atur ketinggiannya…

        Suka

      • Joko berkata:

        Kalau silau berarti pingin lihat orang lain celaka. Selama tidak rusak, masih bisa disetel nggak bikin silau orang. Ada bedanya antara silau dan kelihatan. Secerah2nya matahari, krn posisi diatas kepala, nggak akan silau, tapi lampu kalau ke arah mata, bikin silau dan celaka.

        Suka

  7. hihihi berkata:

    DRL yess……AHO no……..MAHO…no no nooo……………

    Suka

  8. v4hn berkata:

    emng DRL segitu mahalnya ya?
    DRL yes, AHO terpaksa yes….

    Suka

  9. gc133hijrah berkata:

    Ane udah ganti bohlam 3x =6 bohlam, 1x ganti taillamp dan 1x ganti aki d vario 125 ane

    Suka

  10. Duinnn berkata:

    DRL yess, LED seperti panigale atau yamaha R1 mantab.

    Suka

  11. mydasign berkata:

    padahal kalo pake DRL. walaupun panas terik pasti keliatan…
    ya itu tadi cost buat bikin tempatnya dll.. MODUS atpm lah…
    kan terlihatnya maksudnya dari jarak aman 2 kendaraan.
    (gila aja jarak 1 km harus keliatan kendaraan didepannya)…. 😀 😀 😀

    Suka

  12. st3v4nt berkata:

    Ini masalah detail regulasi pemerintah Indonesia, karena pengennya memberlakukan aturan nyalakan lampu saat siang untuk R2 segera. Aturannya cuma nyalakan lampu tidak mendetail apakah yang nyala lampu utama, DRL atau senja. Buat motor2 lama ya pilihannya cuma nyalakan lampu utama karena tidak semuanya dilengkapi lampu senja. Padahal harusnya yang diberlakukan itu DRL atau cukup lampu senja saja. Pabrikan ngakalin dengan menggunakan AHO karena irit ongkos. Ini sama saja dengan regulasi lampu sein yang harus berwarna kuning sementara pabrikan mengeluarkan sein warna merah atau putih. Jelas2 melanggar tapi tak pernah ada tindakan.

    Suka

    • Mas Paijo Minami berkata:

      udh detail bos,.. diaturan disebutnya “lampu utama” ini yg gw bilang ngaco…
      nah pabrikan jg ngikutin aturan (yg kebetulan cost nya gk banyak). soalny kl DRL pake led, gk bs disebut “lampu utama” jg

      Suka

  13. Sigit berkata:

    jangankan DRL dari LED, lampu belakang motor dr LED aja jarang dikasih dari pabrikan, pdhl jelas2 lebih awet…

    #lirik New Shogun 125 😀

    Suka

  14. mariodevan berkata:

    jelas AHO itu fitur ecek2 dari pabrikan yang cuma buat ikutin regulasi… gak ada sense of art blas hahahaha

    http://mariodevan.com/2014/02/18/yamaha-mio-fino-vs-honda-scoopy-vs-suzuki-lets-compare-retro-skutik/

    Suka

  15. genbuz berkata:

    sebagai bebeker yg baik, saya sih nurut aturan aja Kang. Semoga keberkahan selalu untuk orang yg taat…
    Jangan kan fitur AHO yg ngga langsung kerasa manfaat nya, Spion aja ngga di pasang jika owner nya ngga suka seperti kebiasaan anak muda sekarang…

    Suka

  16. Mase berkata:

    setuju bang

    Suka

  17. petirabang berkata:

    setuju bgt kang…. secara headlamp butuh daya 35 watt ….. atau kalo enggak pake led 3 watt x 2 juga sebenarnya udah terlihat tu ?

    Suka

  18. wisnu3ds berkata:

    duh bikin boros……AHO itu…mending ada LED yaaah…

    Suka

  19. badak berkata:

    ane pake drl buat lampu rumah,
    murahhh banget om cuma 5 rebu,bebas tilang tuh,malah sering ditanyain pak pol
    motor model baru ya? lampunya juosss gini

    Suka

  20. badak berkata:

    abis dulu pake hid jadi kalo aho bikin aki modiar
    tapi lampu utama dah ganti projie cree led jadi awett tu aki kalo malem mati PLN nya lampu lednya juga bisa buat nerangin rumah

    Suka

  21. polenkmerkesenk berkata:

    SANGAT SETUJU SEKALI. AHO NO, DRL YES.TITIK ga pake koma 😀

    Suka

  22. SpongeBob Squarepants berkata:

    Lha nek aku yo mendingan DRL timbang AHO.. Kan luwih irit aki. Tur nek nganggo AHO ngko dikiro (M)AHO… Hehehe..

    Suka

  23. terjadi galat berkata:

    Kl lg stengah puyeng liat sorot lampu siang2 malah jadi tigaprapat snewen.
    AHO atau DRL maunya dipersilahkan dua2nya biar ada pilihan.
    *Xeon rc 8 bulan 4 kali ganti bohlam lampu.

    Suka

  24. anton nugroho berkata:

    Ada anggota dewan yang baca gak nih? Aspirasi rakyat nih. Rakyat mana sih yang dibela?

    Suka

  25. ari berkata:

    pasang DRL sendiri 🙂

    Suka

  26. ipanase berkata:

    seperti yang dibahas mbah dukun
    aho kalau siang kuning…..

    Suka

  27. mochyuga berkata:

    kalo saya sih masalah lampu on itu bukan karena repot masuk gang atau boros bohlam dll, tapi kalo lagi nyalip mobil justru malah lebih enak kalo posisi lampu mati terus nyalain passing lamp, jadi lebih keliatan sama driver, daripada lampu on terus pake pass malah ga keliatan “nembak”nya jadi biasanya si driver cuek2 aja.. setuju deh kalo DRL, jadi keliatan kalo lagi nembak hehe

    Suka

    • Joko berkata:

      Setuju, drpd klakson jauh lebih elegan kasih lampu jauh sebentar. Parahnya lagi banyak yg nggak merasa salah kasih lampu jauh terus menerus, tambah tdk digubris kalau kita kasih pass beam. Memang orang kita sopan santun berkendaranya masih sangat rendah.

      Suka

  28. вееиТоЯ berkata:

    spg nya pake DRL juga ya om…
    menyilaukan bingittt…
    blink blink blink…

    Suka

  29. вееиТоЯ berkata:

    ane dihentikan 6x gara2 lampu mati…
    1x debat kusir pulisinya kalah, dilepasin…
    yg 3x bablas…
    gak ngurus aba2 pulisi, lgs gas poll…
    yg 2x kena tilang, gara2 kena diluar kota, jauh rumah…
    pokoke kl plat nomor luar kota pasti pak pulisi pede bgt kasi tilang….
    wkwkwkwkwk

    Suka

  30. Mas Sayur berkata:

    bikin boros di bohlam… trus hasil dari tjuan AHO sendiri yang katanya bisa mengurangi angka kecelakaan itu koq belum terlihat…atau saya yang kurang info.. 😉

    Suka

  31. old legion berkata:

    buat yang udah dc system ane baru dapet simulasinya aja, kalo di kalkulasi di banding dengan ac system, biayanya jauh lebih mahal, karena memanfaatkan bohlam lampu utama untuk reduced voltage automatic headlamp on, ato istilah amriknya fulltime wired headlamp, moga2 ane ada waktu ngirim email ke ente beserta gambar wiringnya.

    Suka

  32. mana mau, disini kan regulasinya “paling canggih dan modern” … ambil contoh helm SNI aja, disini lagaknya gak mengakui DOT-SNELL padahal untuk uji nya jelas DOT-SNELL lebih baik dibandingkan SNI
    kita ini ibaratnya baru bisa main sepak bola tarkam tapi gayanya pemain UCL. sekarang gini deh, ngaspal jalanan bener aja belon bisa tapi udah maksain bikin pembatasan desibel … nah!

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Wakakkaakak… Bener… Contoh SNI yang paling masuk akal mbah, belagu ya? Padahal selipin amplop langsung approve tuh SNI, dah ketauan dah… 😇

      Suka

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s