Test Drive Tematis Diesel: Renault Duster 1.5 dCi – The European’s Budget SUV (Part I)


DSC_0623

Merek ini masih asing bagi sebagian besar masyarakat otomotif Indonesia, padahal produknya di eropa sana cukup disegani.

KBY – Hola lads, selamat malam semuanya (ngetiknya malem soalnya :D). Menjelang beristirahat di peraduan, lumayan artikel ini untuk dibaca-baca sekaligus menambah wawasan. Mukadimah sudah pernah KBY bahas di artikel sebelumnya, kali ini mari kita langsung meluncur ke pembahasan seperti apa sih Renault Duster ini? Bagaimana performanya? Kualitas buatannya? Driving position? Fun to Drive? Fitur?  dlsb….

KBY berangkat pagi bersama si Kuro menuju tempat yang sudah disepakati sebelumnya dengan om Iwan dan om SS, yaitu parkir timur Senayan. Tidak sulit untuk menemukan sosok Duster di area parkit yang luas, karena sosoknya memang berbeda sendiri dan hanya ada satu satunya di pelataran tersebut.

KBY segera mengeluarkan senjata andalan berupa kamera DSLR entry level Nikon 3200D untuk mengabadikan si Duster. Tentunya setelah bersilaturahmi dengan kedua sahabat tersebut lah ya hehe.

Appearance/ Desain
Sosoknya memang tidak lazim, atau bisa dibilang nyeleneh dibanding SUV pada umumnya yang bersliweran dijalanan. Signaturenya mobil Prancis pada umumnya, suka keluar pakem alias out of the box tanpa merasa kawatir desainnya akan menuai kritikan atau tidak. Tidak bisa dibilang cantik, tapi juga tidak buruk. Bagi yang senang tampil beda, Duster mewakili keinginan tersebut. Dilirik barang 3-5 detik bukan hal yang sulit saat mengendarai Duster.

DSC_0615 DSC_0620 DSC_0618 DSC_0619

Interior
Renault Duster ini merupakan CBU India, so KBY tidak terlalu terkejut saat menjumpai rakitannya tidak terlalu presisi di beberapa bagian. Cukup kokoh namun plastik keras dan cerah melaburi sekujur interiornya. Sayang sekali, ciri khas build up quality dari Prancis yang terkenal baik menjadi sedikit tercemar. Pemilihan two tone warna cerah juga membuat kesan cheapy instead of sophisticated, mengingatkan KBY akan Ford EcoSport CBU India.

Tidak ada yang salah di area ini, black piano menambah kesan mewah

Tidak ada yang salah di area ini, black piano dan bentuk tombol AC menambah kesan mewah

tombol lampu eropa sekali, plastiknya terlihat ringkih

tombol lampu eropa sekali, sayang plastiknya terlihat ringkih

lokasi power window terlihat kurang kokoh

lokasi power window terlihat kurang kokoh

kisi ac bulat mengingtakan pada March

kisi ac bulat mengingatkan pada March

visibilitas ke depan kurang luas

visibilitas ke depan kurang luas, namun pilar A tidak menghalangi pandangan

DSC_0469

Pemilihan warna cerahnya memberikan kesan murahan

Pemilihan warna cerah dan material plastiknya memberikan kesan murahan

Jok semi kulit aslinya berwarna beige, namun oleh om SS minta diganti dengan warna hitam, KBY beropini malah jauh lebih baik, melaburkan kesan cheapy tadi. Dasboard sekitar Head Unit dan panel AC serta daerah tuas transmisi sampai dengan glove box dilaburi black piano plastic, cerdas, lumayan mengurangi kesan cheapy tadi. Tombol HU dan AC solid dan kesan mewahnya dapat.

Daerah sekitar speedo cukup baik dan jelas di lihat, tapi petunjuk indikator yang terlihat jelas buat KBY lagi lagi malah menjadikannya terlihat seperti mainan, andai disamarkan warna hitam dan hanya menyala saat posisi kunci ON sepertinya akan lebih bagus. Seperti renault lainnya, tidak terdapat redline pada RPM.. Wow..bisa geber sampe mentok nih 😀

Kisi kisi AC mengingatkan pada Nissan March, sedangkan setir mirip mirip X-Trail, yah namanya juga sister company hehehe. Visibilitas ke depan cukup luas dan memudahkan pengendara melihat sekitarnya, pilar A pun menurut KBY tidak mengganggu saat ingin berbelok. Pandangan ke belakang sayangnya terbatas karena kaca belakang yang berukuran kecil, agak menyulitkan untuk parkir mundur dan sepertinya wajib ada kamera parkir ya.

Fitur
Bicara fitur, Duster mirip mirip dengan kompetitornya terutama Rush dan Terios. Malah dari sisi safety, Duster sudah di lengkapi dual airbags serta ABS dan EBD, suatu keharusan bagi mobil era modern saat ini.

Namun seperti juga rivalnya, tidak terdapat MID, sehingga sulit menentukan berapa konsumsi bbm-nya. Info dari si empunya sih 1:13-14 dengan meminum solar biasa. Bagus lah kata KBY sih. Untungnya terdapat audio steering switch berikut telpon bluetooh. Walau letaknya tersembunyi dan menyulitkan bagi yang belum terbiasa, tapi sangat lengkap.

Tidak terdapat MID pada area speedometer

Tidak terdapat MID pada area speedometer

Tata letak tombol tombol juga eropa sekali bahkan prancis sekali, seperti tombol lock unlock pintu yang ada di bawah HU, sangat tidak efektif. Tuas lampu utama juga terpisah, namun ada di kanan di bawah speedometer. Electric mirror ada dibelakang tuas transmisi. Untung power window masih ada di area pintu kanan, coba kalau ditaro dipintu sebelah, apa gak bikin botak sariawan tuh hehhehe.

lampu kabin unik

lampu kabin unik

Terdapat arm rest pada bangku belakang

Terdapat arm rest pada bangku belakang

Audio dan Telephone steering switch lokasinya tersembunyi

Audio dan Telephone steering switch lokasinya tersembunyi di balik setir

Socket Power Outlet terdapat di belakang

Socket Power Outlet terdapat di belakang

DSC_0503

Letak electric mirror di belakang tuas transmisi

Kenyamanan dan Akomodasi
Sisi jok driver tidak terdapat tuas pengatur ketinggian, untungnya ketinggiannya sudah disetel pas, saat kaki kiri dijulurkan guna menginjak kopling, paha tidak terasa menggantung ataupun terganjal oleh busa jok. Joknya cukup empuk dan nyaman, dapat memegang tubuh dengan baik, sehingga saat melakukan manuver, tubuh tidak bergeser terlalu jauh.

DSC_0493

Bagasi lega

DSC_0494

Tuas pengungkit jok belakang

DSC_0470

Jok belakang cukup luas dan senderannya cukup rebah

DSC_0496

Sayangnya senderan tidak split

Untuk akomodasi bagasi, KBY menilai sepadan dengan rival, namun dari sisi kelegaan kabin tengah, Duster harus mengakui kekalahannya, jok tengah tidak bisa di maju mundurkan juga tidak bisa reclining. Untuk menidurkan sandaran jok nya pun merepotkan, karena sandarannya menjadi satu, sehingga harus meminta bantuan untuk mengangkat tuas pada sandaran pada sisi lainnya. Bagusnya, di jok belakang sudah terdapat arm rest.

Artikel berikutnya KBY akan sharing seputar performa dan handlingnya ya… Thanks for reading and sharing your thoughts lads…

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di New Product, Renault, Sharing, Tes Produk, Test Drive dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

79 Balasan ke Test Drive Tematis Diesel: Renault Duster 1.5 dCi – The European’s Budget SUV (Part I)

  1. subaru berkata:

    napa mesti ikutan ditempelin renol? udah pake dacia aja biar brand renol kagak ikut kena imbas downgrade. tulis aja dibelakangnya james may favorite brand lumayan lah 😆

    Suka

  2. wisnu3ds berkata:

    enak pasti…..

    Suka

  3. ken39 berkata:

    jujur, model dan fitur kayak gini mah ditampar bolak balik sama ecosport. apalagi pas di iims dibanderol 230an, itu tahun lalu lho…

    Suka

  4. Achmad Sya'roni F berkata:

    dengan harga dan spek seperti itu secara value masih kalah sama kompetitor si kembar bermesin bensin. hanya saya saya akui desain renault kelihatan lebih mewah

    Suka

  5. siaanangke berkata:

    hebat euy kang Obay, terdetected sponsornya a*ua n an*angin…. :mrgreen:

    Suka

  6. touringrider berkata:

    Yang terbiasa pegang mobil japan harus menyesuaikan lagi nih.

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      wkwkwkwk bener, tapi alhamdulillah kalau soal ginian ay dikasih adaptasi yang cepat, gak pernah wiper ketuker antara mobil jepang dan eropa, padahal sen dikiri wiper dikanan kalau eropa hehe…
      Gigi mundur juga angkat cincin…

      Suka

  7. ari berkata:

    dashboardnya keliatan aneh….

    Suka

  8. ArGa berkata:

    Overall not bad lah om, cuman satu yg bikin illfeel…namanya ituloh kayak seragam santainya ibu ibu! Duster (dibaca daster) 😀

    Suka

  9. ari berkata:

    kapan test renault koleosnya??

    Suka

  10. Bonn Djoovy CBSF berkata:

    wew mobil maning, absen aj om 🙂

    Suka

  11. om Adi berkata:

    Ini yg kloningan XTrail ya bos?

    Suka

  12. topenk berkata:

    duster = kemoceng haha….

    Suka

  13. genbuz berkata:

    hadir kang.

    Suka

  14. Jopil berkata:

    India, dah pernah naik tata lum mas.

    Suka

  15. Bonsai Biker berkata:

    KBY itu apanya SBY ya om?

    Suka

  16. Karis berkata:

    kenapa harus India ya???? padahal kualitasnya gak mencerminkan pabrikan eropa yang begitu menomorsatukan kualitas

    http://rideralam.com/2014/02/24/ini-dia-kekurangan-nvl-nothing-special/

    Suka

  17. Ping balik: Pojok Test Drive: Renault Duster 1.5 dCi – The European’s Budget SUV (Part II) | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  18. ween berkata:

    bro, tau gak apa alasan mobil eropa menempatkan kontrol elektrik yang berkaitan dengan keamanan seperti tombol central lock, tombol hazard (kalo ini jepang juga udah ngikutin), power window (walaupun sekarang sudah banyak mbl eropa yg tombol power windownya di pintu kemudi) di tengah dashboard atau konsul tengah?
    itu karena alasan safety…..misalnya pada saat pengemudi tidak berdaya karena serangan jantung, kecelakaan dll, penumpang masih bisa bertindak seperti buka jendela, buka kunci pintu, menyalakan lampu darurat dll

    Suka

  19. ween berkata:

    alasan lainnya adalah menghemat cost, jadi untuk versi stir kiri dan stir kanan tidak banyak perubahan……..kemungkinan lainnya adl krn alasan ergonomi, bro…..mobil eropa kebanyakan basicnya stir kiri……tentunya lebih mudah bagi pengemudi untuk pencet2 dengan tangan kanan (berarti di area konsul box atau tengah2 dashboard…..jadinya memang mobil2 eropa kebanyakan di design untuk setir kiri, setelah itu baru di buat versi stir kanannya……sedangkan jepang sebaliknya, basic design setir kanan lalu kemudian di kembangkan untuk versi stir kiri….

    Suka

  20. pugman berkata:

    Ne satu platform sm juke bukan ya? Kyny ukuranya mirip.

    Suka

  21. jetwan tumpaker berkata:

    telat banget, nyusul aja lah..

    udah gitu yg pengen ditanyain udah pada ditanyain, pokokna siiiff! (baca : siiipp!)

    Suka

  22. Ping balik: Pojok Info: FWD – RWD… Bagus Mana? Plus Minus Lads | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  23. pritikiew berkata:

    wah,kok boros banget?
    Padahal 1500cc 85ps 200nm.
    Spin diesel 1300cc 75ps 190nm aja bisa kisaran 20kpl lho..

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      20 l? Gak percaya kalau gak ngalamin sendiri mah, testing is believing hehehe, kalau tol to tol saia percaya 🙂

      di Jakarta (bicara jakarta loh), 1:16 itu dah luar biasa iritnya. hehehe, hybrid aja cuma 1:18-19

      Suka

  24. nangz berkata:

    “here we come, dacia duster!”
    tongkrongannya keren, macam terrano lawas

    Suka

  25. Ping balik: First Impression: Renault Koleos 2.5, Kembaran X-Trail Yang Tidak Kembar | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  26. Ping balik: First Impression: Renault Megane RS… France’s Beautiful Fast Car | KobaYogas.com| Your Automotive Blog

  27. samuel berkata:

    MID ada bro, pencet aja ujung tuas wiper. Ngomong2 itu spoiler nemu dimana? Mantaff..

    Suka

  28. wauw keren mobilnya, keluaran baru ya…

    Suka

  29. hery berkata:

    Kalau mau test drive bisa hubungi saya bro
    Hery RENAULT PIK,
    Hp : 0812-8851-5907
    Bbm : 7D28EBD1,

    Suka

  30. rinso berkata:

    Instrument Cluster kaya clio 2005 ya. . . mirip bingit . . .

    Suka

  31. Ping balik: Pojok Info: Gerak Roda FWD – RWD… Bagus Mana? Plus Minus Lads | KobaYogas.COM

  32. Ping balik: Mengupas Fitur Bejibun Milik Chevrolet Trax Turbo, Punya Apa Saja? [Part II] | KobaYogas.COM

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s