Kendaraan Jadul Tahan Belasan Tahun, Kenapa Kendaraan Modern Tidak?


yamaha_rzr

Kobayogas.com – Hola lads, pernah ada pertanyaan yang terlintas di benak lads sekalian sebagaimana judul di atas? Kalau iya, memang begitulah faktanya yang terjadi di kalangan bisnis dalam hal ini otomotif, baik roda dua maupun roda empat… Artikel ini masih ada hubungannya dengan artikel Pengurangan Kualitas Material Suatu Produk perihal penurunan kualitas pada suatu produk…

Jika ada pertanyaan seperti itu, siapa yang disalahkan? Salahkan saja jaman lads hehehe… You got it damn right, jaman sudah berubah dan merubah segala sesuatunya menjadi lebih baik sekaligus buruk.

Yang baik, segala sesuatunya lebih modern, lebih canggih, teknologi mesin terus berkembang… yang buruknya, bahan baku material semakin mahal akibat inflasi, krisis moneter dan kawan-kawannya…

yamaha-rxz-07

Bahan baku mahal otomatis produk jadi mahal, mau yang bagus kualitas selangit tembus ya harganya pun selangit tembus lads, sudah hukumnya saat ini seperti itu. Produk-produk jaman dahulu memang lebih kuat, lebih tahan lama, tahan banting dan awet belasan bahkan puluhan tahun.

Sesuai dengan perkembangan teknologinya dalam hal ini mesin, mesin jadul itu berat karena pengolahan materialnya yang tidak secanggih sekarang, namun akibat berat dan tebalnya si logam, daya tahannya menjadi luar biasa, itu akibat kualitas logam yang bagus pula.

baca juga: perang produk terbaru supersport 250 cc 2 silinder di tahun 2016

Honda jadul

Ada juga yang menginfokan bahwa kendaraan lawas itu lebih kuat dan berkualitas karena mengantisipasi belum tersebarnya dengan merata bengkel resmi merek tersebut, misal produk Jepang ketika pertama kali disebar ke luar negeri, jadi dibikin kuat biar tidak ada trouble..Ya masuk akal juga sih..

Saat ini bisa saja menggunakan kualitas logam yang sama baiknya dengan jaman dulu, tapi harga pun akan melonjak drastis, dan hanya bisa hadir pada produk-produk kelas atas pula.

Pada kelas-kelas teri atau bawah, ya yang sejuta umat lah, cub, skutik, middle sport dan sejenisnya, material tidak bisa sebagus itu lads…karena pergerakan harga yang naik setiap tahunnya, sementara pabrikan meminta vendor mengurangi harganya, efeknya, untuk memenuhi harga yang diminta, kualitas material lah yang dipangkas, mau tidak mau.

honda-astrea-800

Oleh karena itu, jika kita lihat super cub yang masih berlari sehat, astea 800, astrea star, Astrea Prima, Suzuki Sprinter, RC 100, Yamaha Alfa II R, RX King, RX Z dan sejenisnya yang masih terlihat bugar, itu bukan hal yang aneh.

Contoh saja usia accu saat ini, jaman dulu accu bisa berumur 4-5 tahun lebih dengan perawatan memadai, saat ini? Kadang setahun saja sudah bagus…ya memang kualitas materialnya dikurangi lads otomatis life spannya pun berkurang… Begitu juga dengan low- mid car and motorcycle… nasibnya sama…

suzuki_sprinter100_51

Ada yang mempunyai pengalaman serupa? Atau ingin berbagi pendapat seputar metalurgi atas ketahanan dari sisi material? Mangga digeber mang, karena KBY pun bukan seorang ahli…

Mangga digeber..Baca juga artikel lainnya lads…

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing this article…

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. http://www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 0812 180 44747
tweetme: @kobayogasblog
Instagram: Kobayogas
Line: yogaskobayogas.com

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Agar Lads Makin Tahu, Diskusi, Honda, Opini, Suzuki, Yamaha dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

142 Balasan ke Kendaraan Jadul Tahan Belasan Tahun, Kenapa Kendaraan Modern Tidak?

  1. aripitstop berkata:

    bukan cuma motor …kabeh juga podo wae

    Disukai oleh 1 orang

  2. debelleh berkata:

    absen dulu baru baca…

    Disukai oleh 1 orang

  3. KenunK berkata:

    ikut nyimak… 😀

    Disukai oleh 1 orang

  4. adhyg13 berkata:

    memang motor dulu itu selain lebih tahan juga lebih rigid saat dikendarai. tapi motor dulu juga gak bisa di bilang murah om. 😀

    Disukai oleh 1 orang

  5. orong-orong berkata:

    downgrade

    Disukai oleh 1 orang

  6. honda 800 ku masih layak jalan bahkan masih tergolong kinyis” untuk mesin untuk body udah rata” 😀

    Disukai oleh 1 orang

  7. KomMotor berkata:

    Setuju Kang.. material motor jadul sepertinya masih lebih bagusan..
    CB100 bokap masih powerfull aja, tapi sayang udah dijual.. 😀
    http://komputermotor.com/2014/04/23/jalan-berlubang-bisa-bikin-mood-hilang-d/

    Suka

  8. enoanderson berkata:

    metalurgi jaman dulu emang sedikit banyak beda sama jaman sekarang ya mang, , tapi (imho) yg paling mempengaruhi sih tiap taun keluar model baru, siapa yg gak kepincut… wakakakaa 😀

    Patut diapresiasi yg punya kesetiaan luar biasa sama kendaraannya… kalau kata temen di US sana, “Jangan pernah mengejek oldie, Karena jika tahu kehandalan & performa aslinya, Maka akan sadar betapa miskinnya inovasi engineer dimasa kini”. . . -translitan basa bule- hehehehee 😀

    Suka

  9. david ds berkata:

    “Saat ini bisa saja menggunakan kualitas logam yang sama baiknya dengan jaman dulu, tapi harga pun akan melonjak drastis, dan hanya bisa hadir pada produk-produk kelas atas pula. Pada kelas-kelas teri atau bawah, ya yang sejuta umat lah, cub, skutik, middle sport dan sejenisnya, material tidak bisa sebagus itu lads…karena pergerakan harga yang naik setiap tahunnya, di sisi lain pabrikan meminta vendor mengurangi harganya, efeknya, untuk memenuhi harga yang diminta, kualitas material lah yang dipangkas, mau tidak mau.”

    saia suka alinea ini …

    Suka

  10. Blank Canvas berkata:

    waktu di setiabudi (depan surabi enhai) mongstor vengspa 74″ simkirung nyrempet 2 mongsbil avansa . avansa rem ngedadak, alhasil si vengspa nrobos nyrempet ditengah tengah 2 avansa . .

    alhamdulillah, tuh body avansa 2nyanyah dekookkk n peang .. kesrempet body hulk vengspa .. kalo si venspa cuman sayapnya doang nilep dikit.. gkgkgk… hidup kalengg !!!

    Suka

  11. chep fabregas berkata:

    jooos

    Suka

  12. Bro_Jol berkata:

    material semakin mahal + semakin dikit juga di alam akibat eksplorasi besar2an…trus kualitas produk jadi menurun..waduh kalau di tarik semakin jauh ke depan ngerii ya bisa2 madesu go back to stone age..bahaya itu peradapan maju kayak star trek yg di idam2kan penghuni bumi jadi cuma mimpi…kata komentator2 blog ini yang lain : wadduuuhhh Massss jauuuh amat mikirnya!!

    Suka

  13. adi_blackvixy berkata:

    Motor jaman dulu bukannya langsung dirakit di jepang ya..?
    Jd status CBU dri sana..
    Ga tau juga, cm pernah dgr kata org.. Heheh

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Sepertinya ada beberapa, tapi mostly disini ah setau saya ya

      Suka

      • david ds berkata:

        tergantung type, merk dan tahun pembuatan/perakitan …

        kalo sebelum kemerdekaan motor yang masuk dipastikan CBU dan didominasi motor Eropa macem Reading Standard, Excelsior, Matchless, Birmingham Small Army (BSA), Norton, Albert John Stevens (AJS), Ariel, Java, Ducati, BMW dll. dan Motor Amerika macem Harley Davidson dan Indian

        kalo pasca kemerdekaan sekitar th 1950 sudah ada importir resmi sepeda motor BMW type R25, R26 dan R27 yg pasti CBU… awal tahun 60an baru masuk motor Itali Vespa kemudian disusul Lambretta … motor Jepang baru masuk akhir tahun 60an yaitu Honda yang masih CBU disusul motor Jepang merk lain …
        khusus Honda setau saya pada pertengahan tahun 1971 sudah dalam bentuk CKD bukan CBU seiring didirikannya PT. Federal Motor pada tanggal 11 Juni 1971 (cikal bakal AHM)
        jd sepengetahuan saya motor Jepang sudah banyak yg CKD sekitar tahun 1971

        mohon koreksinya kalo salah …

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Saya gak bisa koreksi karena gak tau banyak, josss infonya heehhe

        Suka

      • adi_blackvixy berkata:

        Lengkap banget nih info om david..
        Joss..

        Suka

  14. java135 berkata:

    no koment.. ga pernah punya motor jadul..

    Suka

  15. jauaeotz berkata:

    Si jelita ceria haha utukkk tukk tukk tukk

    Suka

  16. curut ngepot berkata:

    orang jaman dulu uda teruji bisa idup ampe ratusan tahun lha orang modern sekarang ?? 😀

    Suka

  17. prasetyo676 berkata:

    Dulu ongkos produksi dan tenaga kerja masih rendah bang.

    Nitip, Honda K45 CBR150R Lokal akan lebih keren kalau pakai LED Headlamp.
    https://prasetyo676.wordpress.com/2014/04/23/honda-k45-cbr150r-versi-lokal-akan-lebih-keren-kalau-pakai-led-headlamp/

    Suka

  18. kualitas materialnya masih bagus….

    Suka

  19. komatkamit89 berkata:

    Ga cuma motor yg awet…
    Tapi orangnya juga awet2… hahaha

    Suka

  20. ridertasik berkata:

    nyieun postingan semacam kieu ah 😀 versi saya tentu nya 😎 http://ridertasik.wordpress.com/2014/04/23/sedikit-saran-untuk-next-njmx/

    Suka

  21. ali*32 berkata:

    Primavera kumaha, tangguh nepi 20 taun moal? 😀

    jigana tangguh keneh Sprint :mrgreen:

    Suka

  22. wtf170 berkata:

    besi vs aluminium tipis….(mesin)

    Suka

  23. Achmad Sya'roni F berkata:

    IMHO selain penurunan kualitas material juga kerja mesin modern lebih berat. mesin modern dituntut efisiensi tinggi, kalo bisa ya irit ya kenceng. alhasil kompresi diset tinggi, rpm juga semakin tinggi, ketemu sama material yang kualitasnya diturunkan ya hasilnya durabilitas berkurang

    Suka

  24. debelleh berkata:

    Menurut analisa saya adalah positioning brand dari produsen itu sendiri om. Mungkin dahulu motor diposisikan untuk kalangan atas sehingga kualitas juga di set ke level terbaik, toch mereka juga mampu “to buy”. Namun masa sekarang positioning motor lebih banyak digunakan untuk segmen menengah dan bawah sehingga ada yang dikorbankan untuk cutting cost. Motor yang secara kwalitas di buat baik jg banyak namun karena majority adalah yang downgrade jd terkesan motor sekarang gampang rusak (IMHO)..

    Suka

  25. kaze the vixie berkata:

    ikut nyimak…
    yang bawah suzuki ayago apa gan? embahnya satria sugan?

    Suka

    • david ds berkata:

      Suzuki Sprinter 2tak 100 cc basic mesinnya sama persis ama suzuki RC100 jetcooled … rival berat dari Yamaha Champ 2 tak 100 cc yang basic mesinnya sama persis ama Yamaha Alfa …
      kalo ga salah looo yaaa ….

      Suka

  26. paperiders berkata:

    kalo dulu material part motor masih banyakan impor dari jepang (bagi motor jepang) jadi secara kualitas masih standart nippon. Kalo sekarang CKD lokal sampai 80% + dengan penyesuain metalurgi sesuai pesanan pabrikan. Jadi manajemen lah yang turut andil penurunan kualitas. Bagemanapun vendor buat sesuai pesanan dari grade dan campuran bahannya. contoh paling enak produk china ga smua produk dari sana jelek semua tergantung pesanan juga, ada gradenya dari S, A, B sampe ecek-ecek.

    Suka

    • debelleh berkata:

      Ay setuju om, kwalitas ditentukan oleh manajemen (produsen) jadi jaman dahulu produsen maunya buat motor yg awet dan durability ok. But now market gak mau motor awet tapi mahal, market maunya motor yang bisa jalan dgn harga semurah mungkin.. then you know dech the rest of story…..

      Suka

  27. ki Salim berkata:

    pengurangan material dasar… yang dulu cuma cukup membuat 1 biji, sekarang bisa cukup 3 biji dengan tambahan material alternatif. meskipun kwalitas menurun… tapi masa bodo jualan naik terusss…..

    http://aromarpm.com/2014/04/23/spedometer-honda-spacy-mati-klaim-garansi-belum-juga-ada-respon/

    Suka

  28. petirabang berkata:

    foto yg bwh, cikal bakal satria kah ?

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Bisa disebut begitu…hehhee

      Suka

      • david ds berkata:

        bisa juga GA disebut begitu … hehhee …

        tergantung Suzuki Satria yang mana dulu soalnya Satria ada 2 versi … Satria 120 ama Satria FU
        kalo ama Satria 120 cuma sekedar sama-sama 2 tak nya aja .. selebihnya beda jauh .. rangka suzuki sprinter masih monokok, belum pake kopling, belum monoshock … sementara Satria 120 R rangkanya dual crandle box, monoshock, kopling semi otomatis 5 percepatan untuk Satria 120 S dan kopling manual 6 percepatan untuk satria 120 RU

        kalo ama Satria FU ??? nurut saya sama persis cuma beda centilnya aja hehehehheh …. (yg terakhir ini murni becanda)

        Suka

  29. Mas Sayur berkata:

    kenyataannya mmg begitu,bang…
    tuntutan konsumen yg meminta barang murah ikut pula mendorong penurunan kualitas…

    mana ada barang murah kualitasnya sebagus kelas premium…
    😉

    Suka

  30. Purwanto berkata:

    ane tau pasti om kby nyindir si cebong murahan kualitas downgrade

    Suka

  31. Dide Irvin berkata:

    ikan asin jaman dulu juga lebih enak dari ikan asin jaman sekarang 🙄 eh

    Suka

  32. tornado GS… 14 tahun menuju ke 15 tahun januari besok.
    3x bolak balik odo, baru kemaren di OS100, sekalian ganti smua part dalemannya. top speed on GPS tertera 127kpj (goyang dombret mesin teriak2 kek orang kesurupan).
    so far so good…

    Suka

  33. Mas Sareh berkata:

    secara material mmg beda… makanya saya pilih Sidekick 97 dari pada xenia 06 karena secara kualitas beda disamping itu masalah selera juga… mohon maaf pengguna xenia ini hanya pendapat pribadi…

    Suka

  34. warungasep berkata:

    Kualitas yang sekaang mah kualitas “kurupuk”,hehehe… Pernah aya Vespa tahun 76 nabrak angkot,angkotna ringsek,ari Vespana mulus,edannnn… Hehe
    http://warungasep.wordpress.com/2014/04/23/wow-benarkah-ini-penampakan-yzf-erdualima-produk-masal/

    Suka

  35. fachruldeanca berkata:

    Kalo jaman dulu, beli satu untuk selamanya. Lah kalo sekarang 😀

    http://fachruldeanca.wordpress.com/2014/04/21/modip-sotosop-mobil-mobil-lcgc/

    Suka

  36. RC110R_Rider berkata:

    tapi karisma mesinnya juga ok lo om..ya hampir sebanding ama honda grand kok…
    jadi menurut ane untuk motor honda mesin masih ga parah2 bgt walaupun udah downgrade dr yg versi dulu2
    yang jelas di downgrade parah itu bodinya kalo honda..haha karismaku walo masih enak ditunggangi ke pasar/mudik, tapi gak enak buat kondangan..malu2in bodinya pada retak..heehe

    Suka

  37. kiki ae lahr berkata:

    setuju kang,, dl wkt ak masih belajar motor,nunggangin rx-king seri lama kesayangan oom ku sampai skrg masih nampol tarikannya.mesin nya standar sih ga pernah di kotak katik.tiger ku jg awet ga pernah ad masalah.

    Suka

  38. danisubject berkata:

    weh makin lama motor cuman once use

    Suka

  39. Bonsai Biker berkata:

    motor jadul kayayang punya warung, wakakakakak

    Suka

  40. genbuz berkata:

    tahun ’96 bapake beli RX king, 1 bulan pertama ngga boleh buat boncengan, lari max 40-60 km saja… Kalo motor baru jaman sekarang hajar bleh…

    Suka

  41. dejectermoto9191 berkata:

    karena dulu mtor kompresinya rendah jd pke premium, skrg motor kompresi tinggi malah pake premium CMIIW

    Suka

  42. adityaprad berkata:

    Iya awet bgt kang ane jga pnya astrea800 pnya ortu klo ga slh th 84 truz februari 2014 kmren bru gnti pist0n tuh
    http://adityaprad.wordpress.com/2014/04/22/kumpulan-modifikasi-minor-fighter/

    Suka

  43. Mase berkata:

    saya pernah punya astrea 800 lads… 115 km/ltr ajibkan… saya pernah merasakan sensasi itu..
    gak nyangka bintang iklannya twrnyata cantik bingit…

    Suka

  44. dexter berkata:

    Baru beberapa hari yg lalu saya kepikiran ky judul diatas…

    Suka

  45. noveri22 berkata:

    Tau ga om kalo harga honda c70 jaman dulu kalo dimasukin ke kurs rupiah sekarang bisa setara 30jt-an kalo ga salah, mungkin kalo motor sekarang pengen kualitas sama dengan motor jaman dulu harga motor sekelas matik sama bebek juga harus segitu
    Wew astrea 800 komsumsi bensinnya 115 kpl tanpa tanda bintang.

    Suka

  46. pugman berkata:

    Kl sy lihatnya dari teknologi casting dan moldingnya serta teknologi pendukung lainnya.
    Maka jika dikonversi dengan kurs saat ini, Motor Jadul itu akan berkali lipat lbh mahal karena
    1.Permintaan masih sedikit shg QC bs dilakukan dgn standar lbh bgus.
    2.Teknologi belum sampai untuk mencetak mesin dengan presisi tinggi sehingga dikompensasi dengan kualitas material.
    3.Proses produksinya masih melibatkan banyak tenaga manusia
    4.Part2 msh bnyk diproduksi sendiri

    Motor modern itu lbh murah krn
    1.Permintaan sangat tinggi, QC Umumny dilakukan dengan random sampling atau sebatas SOP minimal
    2.Teknologi pencetak mesin sdh sangat presisi shg rugi mekanis dapat direduksi scr signifikan shg kualitas materialnya jg dpt dikurangi.
    3.Lbh banyak menggunakan tenaga robot yang sulit mentolelir kesalahan dan robot juga tidak digaji hehehe…
    4.Part banyak yg di outsource. Rate Gaji karyawan vendor untuk part umumny dibawah Pabrik perakit motor. Poin ini yg plg bnyk mereduksi cost.

    Kl ad yg mau nambahin/koreksi silakan.

    Suka

  47. dhanyfirdaus berkata:

    grand 95 … pas barunya 4.5 jt ….., harga emas saat itu kl nga salah +/- 25rb /gram
    sekarang harga emas +/- 450rb /gram … harga motor bebek 16jt

    kalah sama harga kambing yang stabil dari zaman dahulu stabil di 1-2 dinar ….
    hihihi

    Suka

  48. titohamafa berkata:

    jujur aja, emank salut daahh sama produk lawas..
    Selain bahannya tebel”, mesinnya jg lumayan handal..
    Contoh mobil ku suzuki katana taun ’93 udh di modif offroad aja msih handal, itupun yg di modif cmn ban pacul, rasio gear mesin(menyesuaikan buat offroad), 4×4, sama anting aja msh isa di geber..
    Klo diliat dari kilometernya sih udah masuk 90rbu km, bntar lagi bkalan reyen niihh..
    Hahahaha..
    Sama satu lagi mobil mercy e320 masterpiece taun ’98 aja msh brani aku geber smpek speed 190kpj, gk cmn itu aja pernah parkir mundur gk tau klo udh mentok lgsg bemper blkg kena tembok parkiran mall..
    Bemper blkg cmn diem aja gk ada peyang sama sekali, coba klo mobil jaman skrg? Psti peyangnya bkalan lebay..
    Hehehehe..

    Suka

  49. Archi berkata:

    NSU bapak ane juga maknyus, sayang dijual -_-

    Suka

  50. RizaNinja13 berkata:

    Ditempat ane skaligus tempat kerja ane di pertambangan di kalimantan, motor2 laki taon 80’an msih bnyk lo kang yg dipake buat angkut kayu2 ulin(kalo orng jawa biasa bilang kayu besi) gelondongan sm orng kampung situ, pdhl yg dibawa kayuX besar2 n berat, kalo dilihat sepintar gx sesuai n gx mampu kalo motor yg angkut, ehhh trnyata busyet tuh motor2 ky mbahnya RX-king, honda benly dll msih kuat lahir batin tenaganya, yg bwa nyantai az ky gx ad beban…

    Suka

  51. Nova Sonic Rider berkata:

    tuntutan jaman.. serba mau murah (produksi dan harga jual), serba mau canggih..
    Supra 100, Vega R lama, shogun kebo,, mungkin bbrp bebek terakhir yg dari segi durabilitynya masih Oke banget

    Suka

  52. Bebekerz berkata:

    BetoLL om Kobay yg ga lebay..!
    Selain itu rata-rata kendaraan jadul bukan Mesin berperforma tinggi alias mesin untuk penggunaaan harian yg normal speed bahkan mungkin dibuat untuk sarana transportasi sejati jadi wajar pula kalau daya tahannya lama…. 😀

    Suka

  53. pengamat berkata:

    setahu saya material mesin tvs juga bagus, coba liat torsi terbesarnya rata2 di 5500-6500rpm overbore loh, mesin tormax ane idle di 1000rpm jd gas dikit udah ngacir. nah biasanya kalo torsi besar di rpm rendah kan material crackshalf+magnet+balancer berat, jd momen puntir kruk as nya besar makanya harus diimbangi material yang kuat spt kampas kopling, per kopling, gear primer sekunder, rasio gear, rantai keteng dan jeroan lainnya. jangan kaya motor sekarang jeroan serba enteng ngejar akselerasi doang mana boros lagi lah ngejar rpm tinggi terus supaya power dan torsinya ngak ngedrop. metalurginya juga gampang rompal* jd inget mesin…..ah sudahlah,

    Suka

  54. Ping balik: Wow… R15 Sudah Terlihat Dites di Jalanan… | Warungasep.com

  55. Papa Afnhy berkata:

    gambar terbawah suzuki sprinter kan?? ditempatku masih ada kondisi lumayan,cuman kusam aja,tapi suara mesin mantap

    Suka

  56. Chongky berkata:

    Besi jaman dulu lebih tebel dibanding sekarang, satoejoe….

    Suka

  57. Henry Nagaputra berkata:

    tergantung rasa sayangnya ke motor, hehehe. saya masih punya binter merzy 81 dan 85, suzuki thunder 250 thn 2000 dan 2005, serta yamaha scorpio z 2004. semua masih layak jalan n dipake sehari-hari.

    Suka

  58. eko purwadi berkata:

    ijin repost ke kaskus kang..
    keren nih konten blognya.. :mrgreen:

    Suka

  59. eko berkata:

    yen rondo kok malah makin murah mas, kan podo-podo lawase …

    Suka

  60. Ping balik: Setuju Gak Gan Kalau Motor Jadul Lebih Awet?

  61. ARYA berkata:

    Kalau menurut saya, mesin kendaraan jadul itu built for last (di buat untuk bertahan selama mungkin)
    Kalau sekarang itu dibuat untuk hancur atau rusak sekian tahun. Dgn cara lifetime & durability nya bisa di estimasi sekian tahun hanya akan bertahan. Supaya spare part laku, dan saat mulai rewel dan part mulai sulit, konsumen akan berpaling ke model baru, dgn fitur baru, tampilan baru, tagline baru, ego baru, dll.
    Tapi melupakan fungsi dan tujuan beli kendaraan itu sendiri.
    Pertimbangan lainnya, produsen akan rugi jika produk mereka punya durability mesin buatan mereka sangat bagus. Karena berkurangnya pemasukan bagi mereka dari sisi spare part, service, dll.
    Efeknya bagi alam ya, makin banyak sampah & limbah yang terbuang, dari part bekas, oli bekas, energi serta bahan yang terpakai untuk membuat & merawat mesin-mesin sekarang.

    Suka

  62. Rendi Binjey berkata:

    Ini artikel bagus kan
    Motor sekarang bertahan 5 tahun gk ada kendala jg udh bagus
    Hehhe
    Mesinnya jauh kalah bandel sm yg lawas2

    Lagian skrg motor lawas yg kinyis2 jg diburu
    Ortu ane malaa nyari motor jaman kuliah dulu suzuki A100

    Suka

  63. rocketreezz berkata:

    ya begitulah….
    besi tua bercampur baja
    contohnya honda s90/z,honda cb series..

    Suka

  64. yogieza berkata:

    Lirik montor bsa 1956 yg larinya kek softail 🙂

    Suka

  65. maulana berkata:

    pendapat saya krna jmn dlu brand jepang blum punya nama dan terkenal( membangun image brand ) jd mungkin mreka sengaja membuat mesin dan yg lainnya sehandal dan seawt mungkin.. jd mreka memberikan material no.1 pda prodaknya,contohlah honda stelah berhasil membangun brand dan image bahwa honda itu awet dan irit toh mreka berhasil smpe sekarang pdahal untuk motor honda sekarang tak lebih baik dari pabrikan nippon yg lain

    Suka

  66. Bobby berkata:

    Bukan cuma otomotif yang kualitasnya menurun mbah Yogas.. Percaya gak percaya, kualitas sp*rma orang-orang sekarang juga menurun. Coba lihat orang-orang dulu sampai yang lahir di era pertengahan 80-an, pada tahan banting, tahan sakit, meski gak tahan iman. Nah bandingkan sama yang lahir di era 95 ke atas, udah enak, udah canggih, gak perlu banyak susah. Meski kesamaannya sama-sama gak tahan iman. Hahahahaha

    Suka

  67. MasBot berkata:

    CB gelatik tahun 73, makin jauh makin gak bisa diem

    Suka

  68. maulanafatih30 berkata:

    menurut saya tergantung pemakaian aka perawatan… sama aja…motor lama atau baru..

    Suka

  69. Ping balik: Intermezzo: Honda Astrea Prima Ini Mulus Dengan Kilometer Rendah! | KobaYogas.COM

  70. thoms train berkata:

    RX-Z blue berapa tuuh 😉

    Suka

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s