Forged Piston, Diasil Silinder dan Offset Cylinder, Teknologi Lama Yang Jadi Luar Biasa


Tanpa forged piston, diasil silinder dll? Masa?

Tanpa forged piston, diasil silinder dll? Masa?

Kobayogas.com – Percayakah lads semua jika KBY katakan bahwa teknologi ini bukanlah hal yang baru dalam teknologi motor bakar? Dan percayakah bahwa teknologi yang disebut di atas itu sudah diaplikasikan jauh sebelumnya tanpa gembar gembor pada mesin motor bebek alias cub?

Teknologi forged piston dan diasil cylinder mungkin sering kali kita dengar dalam 2-3 tahun belakangan ini, ditambah adanya informasi terbaru tentang offset silinder (tmc blog di sini)…Penasaran akan ketiga hal tersebut membuat KBY mencoba mencari tahu, untuk diri KBY sendiri dan jika memungkinkan untuk dibagikan kepada khalayak pemirsa blog..seadvance apakah sebenarnya teknologi tersebut?

Untuk itu, sebagai seseorang yang hanya tau surface nya saja tentang mesin, KBY mencoba mencari sumber yang dapat dipegang penjelasannya, dan seorang praktisi mesin adalah yang terbaik, mengingat dalam kesehariannya bergelut dengan mesin-mesin. Bertanya kepada sumber tersebut, membuat KBY cukup terhenyak…

K (kobayogas.com): Bagaimana menurut pendapat mas tentang forged piston, diasil silinder dan kabar terakhir seputar offset silinder (piston)? Apakah teknologi tersebut memang advance dan belakangan ini diaplikasikannya?

S (sumber): (terkekeh)… Jujur, itu hanya bahasa marketing saja kok mas, biar keliatan wowww dan joss… Padahal sudah sejak tahun 2002 motor bebek mengaplikasikannya. Saya sebut saja lah ya, Supra X 125 dan Karisma…sudah dari dulu mengaplikasikan offset piston/cylinder… Kemudian diteruskan pada generasi NF11 alias Revo dan Blade. Bahkan offset piston ini sudah diaplikasikan pada mesin motor kawasaki sport tahun 70-an.

crankshaft offset

crankshaft offset

down draft throttle body

down draft intake manifold + throttle body

K: Wah ternyata, bebek aja sudah lama make ya.. Oke kalau itu kan offset silinder, bagaimana dengan forged piston dan diasil silinder? Konon ada selentingan bahwa Ninja 250 tidak menggunakan teknologi ini pada mesinnya… Benarkah demikian?

S: (ngakak)…kata siapa sih? Memangnya yang ngomong sudah pernah belah mesin Ninja? Jangankan yang sekarang, dari era 2 tak saja, itu diasil dan forged piston sudah terpasang di mesin ninja… Bahkan Satria FU aja sudah memakainya…namanya SCEM, hanya sayangnya memang tidak diangkat aja tuh sisi SCEM-nya jadi kurang terkenal deh… Intinya, bukan teknologi advance saat ini lah… Biasa aja.

K: Gitu ya… kalau soal Honda sendiri, terutama CBR series gak pakai forged piston kah?

S: Honda memang tidak pakai, karena prinsip Honda itu perawatannya mesti lebih murah, makanya tetap pakai silinder biasa yang bisa di-oversize.. Oleh karena itu pada NF125 (Supra dan Blade) Honda menggunakan lapisan teflon alias molybdenum untuk mengurangi friksi dan meningkatkan piston cooling. Untuk CBR 250 semua yang disebutkan sebelumnya kecuali forged piston dan diasil silinder, sudah ada, kecuali CBR150 ya, karena basisnya mesin Sonic/ CS1 hanya memakai dohc dan 6 speed.

CBR250 tidak mengadaptasi forged piston dan diasil silinder karena desain mesinnya sendiri sudah minim friksi, forged piston dan diasil silinder itu dibuat untuk meminimalkan friksi, nah kalau mesinnya sendiri sudah minim friksi gak butuh forged piston dan diasil toh? Mubazir.

piston teflon

lapisan teflon alias molybdenum pada piston

K: Oia, apakah offset piston dan offset crankshaft berbeda?

S: Tujuannya sama saja, hanya offset crankshaft lebih belakangan daripada offset silinder keluarnya, karena yang digeser itu kruk as nya…

K: Satu lagi mas mumpung ingat, bagaimana dengan “deep pan oil filter” dan “kruk as 180 derajat”?

S: (tertawa lagi)… Sudahlah… itu semua juga sudah diterapkan di motor lainnya, apalagi bicara Ninja dan CBR, sudah diterapkan disitu… Gimana? Puas?

Deep Oil Pan

Deep Oil Pan

Kruk as 180 derajat

Kruk as 180 derajat

K: Sangat!!Kalau ada pertanyaan lagi boleh nanya ya mas?

S: Monggo silakan …

Bagaimana? Crystal clear? Atau masih ragu? Jadi menurut KBY, faktor cuap cuap sisi marketing memegang peranan penting dari suatu teknologi yang bisa menjadi daya jual… Walau teknologi lawas tapi gak pernah diangkat dan tidak dijadikan sesuatu yang “menjual” ya gakan menjadi luar biasa… Selain itu yang membedakan adalah kualitas material dari partnya. Penerapan teknologi boleh sama, kualitas materialnya yang pada akhirnya bicara, karena pada dasarnya vendor bisa membuat apa saja seperti keinginan pabrikan, mau forged piston atau teflon piston tapi dengan dana terbatas? Bisa, tapi daya tahannya yang berkurang…

Jika ada yang ingin menambahkan silakan, agar kita semua disini belajar yang benarnya dan dapat ilmunya… 🙂

Semoga mencerahkan ya… mangga digeberrrrrr…

Baca juga artikel lainnya ya lads, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. http://www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)
tweetme: @kobayogasblog

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Agar Lads Makin Tahu, Kawasaki, Suzuki, Yamaha dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

351 Balasan ke Forged Piston, Diasil Silinder dan Offset Cylinder, Teknologi Lama Yang Jadi Luar Biasa

    • Ada orang sudah kadung fanatik pada salah satu brand otomotif > siapapun akan tertutup pada brand lain, apalagi bila orang tsb di-anggap elite, berilmu lebih pintar dan punya wawasan luas dalam bidangnya…, maka bisa saja menjadi tolak ukur bagi orang awam… 😀

      contoh nyata > Prof Dr. XXX, Ph.D (seorang Rektor di sebuah PTN)

      Beliau fanatik mobil buatan Eropa, bisa ane bilang suka mencibir mobil2 buatan Asia (brand Jepang khususnya)…, gonta-ganti selalu brand Eropa dan pada suatu kesempatan santai > pernah ane tanya…

      ane : “Pak…, kenapa tidak mau beli mobil Jepang…?”

      Mr. X : “Apa ada mobil Jepang yang lebih nyaman dari mobil Eropa…?”
      (walahh, malah balik nanya ke ane…)

      ane : “Banyak kok…, mungkin Bapak perlu test drive dulu…!”

      Mr. X : “Jauh sebelum kamu menanyakan tentang ini, saya pernah punya sedan mewah merek Jepang dan semewah2nya mobil Jepang, ada rasa kurang puas saja…!”

      ane : “Tapi kan Pak…, mobil Jepang juga tidak kalah dengan mobil2 buatan Eropa…!”

      Mr. X : “Kamu banyak nanya, awas nanti kamu gantian yang dicecar pertanyaan saat sidang skripsi…!”
      (celotehnya bercanda)

       

      Sementara di lain kesempatan saya bertanya kepada teman kuliah…

      ane : “Bro…, kalau misalnya loe mau beli motor saat ini pilih merek apa…?”

      Bro X : “Merek itu lah, irit dan tahan lama…!”

      ane : “sesimple itu bro…, kan sekarang konsumsi bbm motor antar brand sama saja…!”

      Bro X : “Dari dulu keluarga gue pakai merek itu bro…, irit juga awet > itu buktinya motor tahun 70’an eks punya bokap ane masih muda dulu masih bisa jalan tuhh motor…!”

      ane: “yaah awet lahh msih bisa jalan…, tapi gak loe hitung n tanyain kebokap > sudah berapa kali itu motor masuk bengkel ganti ini-itu…?” :mrgreen:

       

       

      Suka

  1. angganarpati berkata:

    kalo gak salah motor jadul honda nsr 150 udah di pakein nikasil (Nickel Silicon Carbide) cylinder tapi belum pake forged piston

    Suka

    • kupaw 9 berkata:

      carbide berarti pake cast iron, apakah sama ama diasil yg artinya aluminium silicon

      material beda, beda juga lah prosesnya, dan pasti beda jg teknologinya, akhirnya beda juga namanya

      Suka

      • Kobayogas berkata:

        kalau gak salah ingat, om kupaw ini yang bergelut di bisnis besi dan baja yah? hehehe

        Suka

      • kupaw 9 berkata:

        saiya orang bank om, tapi suka gelut sama anak mesin dulu jaman kuliah,

        anak mesin songong2 baru tahu betulin motor aja ampe rampas2 pacar,
        cara ngalahin anak mesin gampang, mesin itu udah umum, kalo diajak ngobrol gimana cara bikin mesin apa material yang cocok, udah kelonjotan, makanya ane rada esmosi ama mister s diatas, keinget jaman kuliah

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        hahaha.. jangan semoi lah, bahasa pengetikan suka berbeda intonasi… padahal itu biasa saja penyampaiannya… hehehe

        Suka

      • kupaw 9 berkata:

        lah brati tukang ketiknya ini yang propokatip, mantab dah, ketipu ane

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        wakakaka.. bukan propokatip juga sih… tergantung gimana kita bacanya, mau diintonasikan tinggi atau datar.. wkkwkwkw

        maaf yak 😀

        Suka

      • kupaw 9 berkata:

        iya kayaknya ni gara2 kemaren baca cepet2an soalnya dimarahin istri suruh bersih2,jadi kayaknya ketikannya bernada propokatip.

        tapi pas tak baca dengan tenang ya biasa aja. mantab dah

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Hahahahaa…muaahhh

        Suka

  2. MbahManten berkata:

    Wah, warungnya rame Bro. Jualan piston ama block silindernya laris nih :p

    Suka

  3. Eno berkata:

    strategi marketing yamaha emang biasa alay kayak gitu brooo
    makanya banyak anak muda yg kurang penglaman pake motor kepincut ama nih motor..
    beda ama orang dewasa, udah HAPAl dah ama karakter berbagai merk motor (PENGALAMAN SENDIRI & BUKAN KARENA IKLAN ATAU PERGAULAN)

    Contoh:
    Kasus koar2 r25 ini
    seperti perbandingan z1 vs new blade bro
    yimm koar2 banyak teknologi mesin di z1, padahal itu mah buanyak bgt yg njiplak new blade tekno mesinnya. (roller rocker, tutup head, ukuran klep in-out,dll)
    nah new blade dulu yang punya fitur2itu kok malah adem ayem ya???soalnya honda karakternya emang kurang PAMER mesin sih, padahal kalo mau dibongkar potensi dari mesin motor2 honda…
    LUAR BIASA ADVANCE tekhnologinya dibandingkan kompetitor..
    monggo dibuktikan gan

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      bisa dibilang kesalahan marketing gak kalau begitu? gak mengangkat sektor mesin jadi sektor yang bisa dijual?

      Suka

      • iSayuSay berkata:

        Bukan kesalahan juga sih, buktinya tanpa perlu promosi lebay soal mesin, Honda sudah menguasai 60% MS? Memang beda strategi aja, AHM memang lebih konservatif dan elegan dalam pemasaran. Produk genre remaja ataupun bapak2 semua lebih dipromosikan secara elegan dan wajar.

        Sedangkan brand image Yamaha punya style yang lebih semangat, menggebu-gebu, sering lebay juga dan menyasar orang muda. SOHC 4valve, piston diasil lc4v offset piston bla bla bla aslinya berapa banyak konsumen yang tau apa artinya?Tapi kalo listnya panjang biasanya bagus, gitu lah strategi Yamaha. Beda cara iklan, cara promosi, cara penawaran pada konsumen.

        Tapi yang lebih “cool” lagi ya Kawasaki. Jarang banget bacot ini itu, tapi motornya kentjang tiada tara. Sedikit boros tapi yang pake puas, jarang promosi, jarang diskonan, jarang banget pamer spek ini itu tapi model dia keren, reliability bagus, cuma jaringan bengkel kurang dan sparepart muahale poll.

        Ibarat anak sekolah Honda itu siswa juara 1 yang kaya berkuasa cuek sombong dan sedikit pendiam, Yamaha itu anak yang seneng pamer dan banyak ngomong, ya pandai nyenengin orang sih tapi suka nipu juga kadang. Kawasaki itu anak pendiam yang jarang bergaul tapi prestasinya tidak diragukan di kelas. Gak pernah lupa bikin PR dan nilai ulangan selalu bagus-bagus. Nah Suzuki, wah gw hampir lupa masih ada suzuki di pojok kelas, cuma bisa jualan satria dia. Nothing special, lupakan saja. Ya gitulah lukisan karakter merk motor di Indo

        Disukai oleh 1 orang

  4. akira berkata:

    mungkin yamaha terlalu mengemborkan diasil sil dan forged piston
    tapi dibalik hal yg digemborkan itu ymh jg berani set piston speed lebih tinggi (r15&r25), berarti ymh yakin dg kualitas partnya
    jd bukan hanya gemboran kosong berbunyi nyaring?

    Suka

    • pak tarno berkata:

      tul.

      gampangnya aja gini. itu narasumber bilang percuma CBR pake diasil dll. karena mesinnya minim friksi.
      kalo dibalik, berani gak CBR naroh limiter 14000 RPM untuk standart dengan mesinnya yg katanya minim friksi? biar sama kaya diasilnya R25 gitu. kan katanya minim friksi, katanya percuma… hihihi…
      pasti silindernya dah mrotol duluan.

      Suka

  5. huditaakbar berkata:

    “CBR250 tidak mengadaptasi forged piston dan diasil silinder karena desain mesinnya sendiri sudah minim friksi, forged piston dan diasil silinder itu dibuat untuk meminimalkan friksi, nah kalau mesinnya sendiri sudah minim friksi gak butuh forged piston dan diasil toh? Mubazir.”

    kira-kira sama kayak suspensi belakangnya R25 yak.. uda didesain sedemikian rupa, jadi ndak perlu pro-link.. cukup pakai double tube suspensi..

    eniwei, salam kenal om..
    saya Akbar (bisa dikatakan dari Surabaya atau Jakarta atau Balikapapan) konsumen setia yamaha yang sadar melihat resourcesnya honda.. hihii

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      betul kira-kira demikian… tapi orang awam akan melihatnya lebih baik yang memakai forged dan diasil, sebagaimana halnya melihat yang memakai link daripada yang tidak… hehehhe

      Suka

  6. vario125 berkata:

    tanya dengan orang yang kurang tepat om. coba tanyakan sama ahli metalurgi, bukan sama mekanik. beda ilmu itu..

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      masa sih? kalau bicara kandungan logamnya mungkin memang…kalau nanya jeroan mesin kesana juga?

      Suka

      • kupaw 9 berkata:

        kalo nanya ama anak mesin dia gak tau meterialnya gimana tapi tau mesinnya gimana

        tapi

        kalo nanya ama anak metallurgi dia pasti tau mesin dan materialnya bos
        soalnya semester 1-6 belajar mesin 6-8 belajar metallurgy

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Ooo itu bedanya yah…

        Suka

      • vario125 berkata:

        haiyah om kobay ini diberitahu kok malah nanya, ntar saya repot jawabnya trus saya jawab ngawur tapi dibikin seolah2 bener lho hihihihi..

        btw, kalo saya jadi om kobay, sumber om kobay tersebut akan saya blacklist jika mau konsultasi terkait hal seperti postingan seperti ini heheheh…

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Alasannya di blacklist kenapa om?

        Suka

  7. Wawan berkata:

    Nvl saya belum sampe 6000km pemakaian tp oli tekor, gak bisa klaim garansi krn telat periode servis. Dimana diasulbisulnya?

    Suka

  8. urang sunda berkata:

    justru menurut ane lebih susah bikin engine yang sejak awal sudah minim friksi… kalo digabungin forged piston bisa dipakai diatas standar piston speed, itulah kenapa CBR250 bisa jawara di IRS… teknologinya gila, cuman sayang jomblo…

    Suka

  9. zhuko berkata:

    forged piston sama diasil urusannya sama ketahanan bukan masalah friksi om (forged = tempa kalo dari sisi metalurgi kekerasan metal hasil tempa lebih keras krna butir2 metal dimampatkan daripada ma casting (cetak) ) sya mnilai dari perkataan om masalah kenapa CBR ndak pake forged adalah krna masalah friksi dan mnurut saya adalah bullshit dari yg om tanya..ngawur dan terkesan sok pinter..oh ya praktisi mesin jauh beda dengan tukang desain mesin..

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Ooo…kalau diasilnya gimana? Mksdnya gunanya…
      Kalau memang tukang desainnya mendesain mesin untuk mendapatkan mesin yg low friction, kira2 gmn tuh om? Apa bull shit dan ga mungkin juga mesin dengan low friction dibuat kira kira?

      Suka

      • NVL berkata:

        Dibayar berapa ente sma Honda dn kawasaki sob.? Terus apa gak ada bagus2nya Yamaha dimata ente? Gw pengguna Vixion sejak 2009 dn smpe skrg msih oke2 aj buat kencang, gakda mslh, irit dn tdk rewel. Minggu kmrin gw dipanas2in sma anak kuliahan yg pake CB 150, pas lampu merah jln gw dipotong smbil ngegas2, pas lampu hijau gw ngalah ambil kanan dia jg nganan. lagsung aj gw tabrak belakngnya, pas dia marah gw hantam kepalanya sma helm smpe kaca helm dia pecah, trnyata ga ada perlawanan smpe gw tinggal dia cma nunduk. Trnyta hanya segitu teknologi Honda, gak perlu gembar-gembor dgn jelek2in produk pesaing, yg pnting itu gak dpt nyolong, beres.

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        teknologi honda apa helm nih mang? lagi bahas gelm yang diadu sampe pecah kan? apa helmnya merek Honda?

        Suka

  10. adi_blackvixy berkata:

    Sepertinya pernah baca artikel yg beginian bbrp tahun lalu, entah dimana..
    Kalo ga salah seperti itu, suzuki juga menggunakan teknologi forget piston dan diasil silinder, tapi ya namanya SCEM kaya penjelasan diatas..
    Kawasaki juga sepertinya pake, tapi dengan nama yg berbeda juga..
    Seperti juga rangka twinspar yg oleh yamaha dipatenkan dengan delta box..
    Teknologi monosok dgn link yg tiap2 pabrikan berbeda namanyTeknologi monosok dgn link yg tiap2 pabrikan berbeda namanyTeknologi monosok dgn link yg tiap2 pabrikan berbeda namanyTeknologi monosok dgn link yg tiap2 pabrikan berbeda namanya..
    Pinternya yamaha aja mel

    Suka

  11. Nobita berkata:

    tak jadiken 300 komen ….pas..

    ini rekor kan bung kobay…?

    Suka

  12. Ibas Gaskoro berkata:

    Sesama 2 silinder rangka mirip2, velg dan ban pun sama besar tapi kenapa R25 jauh lebih ringan Om Kobay?? …Kalau alasan nya tangki kondom turun beratnya ngak signifikan selain itu Shock fork depan R25 mempunyai diameter lebih besar 41mm logikanya apsti sedikit lebih berat dari Ninja250 ataupun CBR250 yang 37 MM.

    Kalau menurut ane berat yang sangat signifikan terjadi karena material mesin 2 silinder R25 sangat Ringan dibanding Ninja250….material apa yang dibenami di mesin R25 hanya Yamaha yang tahu dan harus dicari tahu???

    Suka

  13. rpx375 berkata:

    terbukti yamaha berani garansi 5 thn, berarti yamaha yakin pada kualitas bahan nya dia, bg saya yamaha itu pinter bisa sinergikan mesin dia yg mmg kualitas baik dengan cara komunikasi marketing yg hebat sehingga produk knowledgenya terkomunikasi dengan baik dengan konsumen, salah sendiri merk lain kok gak bisa, yamaha bisa besar diindonesia jg karena didukung produk terbaik dan marketing yg hebat sehingga walaupun sdm gak sebesar honda ttp bisa ngrecoki honda, seharusnya praktisi bisnis diindonesia justru meniru kinerja yamaha

    Suka

  14. Nobita berkata:

    diasil silinder memang jauh lebih baik dibanding silinder konvensional, atau cast steel sleeve silinder.
    mulai dari transfer panas yang jauh lebih baik, kekuatan, sampai dengan bobot yang 30% lebih ringan serta keunggulan 2 lainnya.

    Suka

  15. ari berkata:

    bahas teknologi jadul aja comentnya tembus 300 lebih…mantep gan kobay 😀 ….rekor baru nih 🙂
    http://zulari58.wordpress.com/2014/05/30/ternyata-begini-tampang-toyoya-avanza-luxury/

    Suka

  16. adri berkata:

    opini “ahli mesinnya” beneran ngerti mesin ga tuh?????

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Menurut saya sih ngerti… Karena pernah jadi kabeng di salah satu APM ternama…

      At least dia jauh lbh ngerti dari saya hehehe…
      Atau om adri lebih paham? Saya sih open buat diskusi krn sy juga ingin tau lbh banyak…

      Suka

  17. andi berkata:

    kang
    kalo Diasil Cylinder itu memang cuma dipakai di motor-motor Yamaha (IMHO), dan itu ditemukan pertama kali oleh Yamaha untuk motogp pada tahun 20014, dan sekarang basis produksi Diasil Cylinder sudah ditransfer ke Yamaha Indonesia
    http://global.yamaha-motor.com/about/craftsmanship/manufacturing/
    Kalo ninja 250 saya lihat di forum ini masih pake liner besi di blok silindernya, sedangkan yang ninja 300 sudah full aluminium tapi pake teknologi Nikasil (by Mahle)
    https://www.ninjette.org/forums/showthread.php?p=870843
    http://s2.photobucket.com/user/cuongnutz/media/Ninja%20250/300%20motor/064CB615-23D1-4414-9620-C719BE66D375.jpg.html
    dan dari blog ini pun, blok silinder ninja 250 masih pake liner besi
    http://tipsboreupmotor.blogspot.com/2011/03/aplikasi-bore-up-ninja-250r-perhatikan.html
    nah mungkin, ninja 250 yang udah pake full aluminium silinder untuk yang versi injeksi kali ya? tapi sepertinya masih tetep menggunakan Nikasil
    http://www.cycleworld.com/2012/08/03/2013-kawasaki-ninja-250r/
    http://www.cycleworld.com/olgallery/74102/74115/10
    FYI, Nikasil (Nickel Silicon Carbide) dibuat oleh Mahle Jerman pada tahun 1967
    http://en.wikipedia.org/wiki/Nikasil
    Nikasil menggunakan proses electroplated Nikel ke lapisan aluminium silinder, seperti yang dilakukan oleh SCEM-nya Suzuki. Nikasil sekarang sudah dipakai beberapa perusahaan otomotif seperti Audi, BMW, Ferrari, Jaguar, Porsche, Suzuki
    kalo soal forged piston (piston tempa), itu mah bahannya sama aja aluminium , cuma beda proses. kalo piston konvensional dengan metode dicetak, sedangkan piston tempa diproses dari bongkahan aluminium padat seukuran “setengah” piston asli, kemudian dipanaskan, lalu ditempa membentuk pantat piston lalu setelah itu di bubut menggunakan robot untuk membentuk luar piston, termasuk alur dan lubang-lubangnya
    Dan hampir semua kendaraan mobil/motor balap sudah menggunakan forged piston, karena komposisi aluminiumnya lebih padat dan ringan
    ini cara bikin forged piston

    Ini beda piston cetak (casted) vs piston tempa (forged)

    jadi, teknologi diasil, nikasil + forged piston memang diciptakan agar mesin lebih awet

    Suka

  18. andi berkata:

    Nambahin dikit,
    Kalo Nikasil prosesnya hanya melapisi sisi dalam silinder, nah kalo Diasil Cylinder setau saya seluruh silinder bloknya menggunakan Diasil Cylinder sehingga bisa lebih ringan dan kuat, tanpa perlu liner ato lapisan nikel.
    Makanya mesin vixion yang udah diasil tidak bisa di bore up, karna bahan blok silindernya emang susah buat di bubut hahaha,, solusinya ya beli paket blok silinder bore up buat vixion.
    “In 2004 Yamaha Motor successfully developed for the first time in the world a mass-production method for an all-aluminum (sleeveless, un-coated) cylinder named the “DiASil Cylinder” (*1). The production method for this DiASil Cylinder is in fact the fruit of Yamaha’s advanced die-casting technology known as the “CF (controlled filling) Aluminum Die Casting Technology” that we have been developing for some years now. Conventional aluminum cylinders for motorcycles have either a cast steel sleeve or nickel plating on the inner wall of the cylinder to improve resistance to abrasion and prevent piston freeze-up. With Yamaha’s DiASil Cylinder no liner or plating is needed (see photo). That makes this a mass-production aluminum cylinder with excellent cooling performance as well as nearly full recycle-ability at the end of its product life.”
    “With Yamaha’s DiASil Cylinder no liner or plating is needed ”
    sumber : http://global.yamaha-motor.com/about/craftsmanship/manufacturing/
    oy kang, saran aj, kalo bahas tentang informasi teknologi kalo bisa sertakan link sumbernya ya (bila perlu). biar isi blognya kesannya ngga “katanya” mulu hehehe

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Wokeehh makasih masukannya ya… Ada beberapa yang saya kasih link kalau memang saya sedikit paham… Seperti double/ twin tube shock breaker yang saya dapat dari KYB nya langsung

      Suka

  19. bintang kecil berkata:

    Kesimpulannya : fbh dkk berpendapat bahwa forged piston adalah teknologi lama, sementara fby berpendapat bahwa itu beda dengan yg dipakai ho, su dan kaw … Sementara di sisi lain, kymco sudah pake, termasuk bagasi gede yg muat 2 helm, aki bawah jok, isi bensin matic ga pake turun (blm ada yg niru) .. Hidup kymco … Kabuuuurrrrr

    Suka

  20. akira berkata:

    nah, bro andi udah menjelaskan dg gamblang & disertai link sumber
    jadi kesimpulannya antara DiASil & SCEM, NiCaSil beda proses & beda hasil
    Diasil:
    -proses= cetak
    -hasil= blok silinder dg komposisi alumunium+ silicon

    SCEM,Nicasil:
    -proses= cetak(silinder konvensional) lalu dilapisi
    -hasil= silinder dg lapisan nikel+silikon

    beda kan?

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Sbnrnya jadi melebar nih n kluar konten…tp gpp sy jd tau juga hehe…

      Awalnya hanya bahas kl teknologi yg disebut di artikel bukan teknologi baru dan lebih advance… Tp teknologi lama yg sudah diaplikasikan sejak dulu

      Suka

  21. Wawan berkata:

    Ikilee piksenku ngebuuullll

    Suka

  22. kupaw 9 berkata:

    maaf bang kobay ane tambahin statement satu lagi

    sbg fby saya senang dengan teknology forged piston dan diasil silinder yang dimiliki yamaha

    dan semua itu GAK ADA DIMOTOR ANE YAMAH BYSON sedih dah

    Suka

  23. mahadiwimbo berkata:

    kayakny emng si Y ini deh yg terlalu gembar gembor,.. kl teknologi lama yg skrng dianggap advance tu sama lah kyk kasus crossplane crank, di gembar gemborkan abcde smp z.. pdhl teknologi udh dr taun 1920an di V8-ny cadillac..
    pokoknya asal motor ada tulisan inggris-ny yg susah bacanya dianggap lebih bgs dr yg lain..

    Suka

  24. tekbat berkata:

    Kobay kobay..
    Pancet wae kelakuan mu.. mbok artikel iku sing jelas sumbere.. teknologi tuh udah dikatang baru apabila ada adding value.. ketok kon iki Ora jelass..

    Suka

  25. ujangmaman berkata:

    yamaha tolong perbaiki jaringan Servicnya di daerah saya gak ada ni servis yamaha masa mesti nempuh jarak 90 km buat servis dan waktu 10 hari kerja buat inden Selinder DS,

    Suka

  26. ujangmaman berkata:

    teu ngaruh yamaha r25 r70 ge anggerweh kamimah milih motor vlexsibel,murah perawatan,Jaringan servis Terjamin,garansi gak pake lama alias cung creng cek sundamah,aya ayena R15-harga 28 jt. balap jeng dewek lah ka pameungpek – garut tah sok.aingmah make motor 110 cc weh.pusing ku yamaha jaringan servicna ni eweh pisan melempem di daerah dewekmah.

    Suka

  27. Material Engineer berkata:

    sepertinya nara sumber tipe orang “bengkel kolot ” pinggir jalan kebanyakan (gak semuanya sih) yang sering menganggap dirinya menguasai ilmu processing dan material melebihi para engineer, hanya karena sering buka mesin dan ganti spare part sj….phenomena umum dimasyarakat..eheh

    Suka

  28. adekecil berkata:

    gimana Kali sebaiknya dibuktikan spt supra x 125/sejenisnya diadu ketahanaya spt yg digembar-gemborkan produsen diasil cilinder&for got piston yaitu dinyalakn juga selama 30 hari non stop.trust dipamerin kemedia kalo yang lain juga mampu…
    terimakasih infonya,sehingga menambah wawasan baru buat saya.

    Suka

  29. Ping balik: Oli jelek penyebab Yamaha terpaksa mengaplikasikan teknologi Diasil Cylinder? | Mengupas berita soal rider dan motor

  30. sucahyoaji berkata:

    Saya rasa penyebab aslinya yamaha memperkenalkan teknologi itu adalah karena oli jelek.

    http://kupasmotor.wordpress.com/2014/11/22/oli-jelek-penyebab-yamaha-terpaksa-mengaplikasikan-teknologi-diasil-cylinder/

    Disukai oleh 1 orang

  31. Ping balik: Mesin New Honda CB150 dan New Honda Sonic 150, Mesin Teknologi Lawas Yang Disempurnakan.. | KobaYogas.COM

  32. mottobiker berkata:

    Teknologi lama tapi pakai nama modern.. Biar konsumen puas puas puas.. Hhahaa

    Suka

  33. saliwoakai berkata:

    Mencerdaskan om koba.

    Suka

  34. jake berkata:

    Artikel nya bagus…komentarnya mantap, bukan perang bc ala fansboy…ini baru pencerdasan otomotif…
    terima kasih om kobay

    Suka

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s