Panic Braking Yang Aman Tanpa Anti-lock Braking System…


braking

Kobayogas.com – Pernah mengerem mendadak akibat kendaraan di depan tiba-tiba berhenti? Atau karena ada kucing nyebrang? Atau karena ada kendaraan sontoloyo keluar gang maen ngebut aja? Atau karena kendaraan di depan main belok mendadak tanpa memberi sein? Atau bahkan terkejut karena ada kendaraan melawan arah?Kalau sudah seperti itu apa yang terjadi? Buritan ngepot/ kecot dan ngebuang ke kanan kiri akibat roda yang terkunci alias nge-block karena tidak memiliki fitur ABS? KBY akan sharing knowledge yang didapatkan baik dari hasil literature maupun pengalaman pribadi. Mungkin artikel ini bukan yang pertama kali membahasnya, namun for the sake of safety, tidak ada salahnya kita kembali saling mengingatkan.

ABS

Trik ini sebenarnya lebih berguna untuk kendaraan roda empat, namun bukan berarti roda dua juga tidak dapat mengaplikasikan triknya loh, hanya sedikit berbeda saja. Terdapat dua teknik/ cara yang sering dipakai pada keadaan “Panic Braking” ini….

PULSE or CADENCE BRAKING

Teknik ini lebih menyerupai kinerja ABS itu sendiri, dimana sistem rem ABS itu menekan atau mengocok tekanan kanvas rem pada bidang (cakram – teromol) berkali-kali dalam waktu singkat saat tangan menarik tuas rem atau kaki menginjak pedal rem dengan kuat atau sekaligus … Tanda ABS bekerja adalah adanya feed back berupa denyutan atau getaran yang terasa pada tangan dan kaki (untuk motor) dan kaki pada roda empat.

Jika terdapat getaran tersebut jangan serta merta tuas atau pedal rem di lepas, biarkan ABS bekerja dengan sendirinya. Lalu bagaimana yang tanpa ABS? Seperti sistem ABS itu sendiri, pada roda dua, tarik tuas rem berkali kali dengan cepat dan kemudian diimbangi tekanan yang pas pada rem belakang. Sama seperti roda dua, untuk roda empat bedanya hanya pada pengoperasian pada kaki kanan, injak pedal rem berkali-kali untuk mencegah roda mengunci.

braking2

THRESHOLD

Ini merupakan teknik favorit KBY, karena bagi KBY ini lebih mudah dilakukan dibanding teknis PULSE. Caranya adalah mengerem sekuatnya hingga batas roda akan mengunci, jika ban terasa sudah mengunci (biasanya disertai bunyi decit atau buritan terasa mulai bergeser) segera lepaskan tuas rem pada kaki dan tangan kemudian ulangi lagi mengerem dengan keras/ sekaligus hingga kendaraan berhenti (untuk roda dua). Pada roda empat, tekniknya persis sama, injak pedal rem sekuatnya hingga ban berdecit atau buritan terasa bergeser, lalu segera lepas dan injak lagi sekuatnya… Ulangi hingga kendaraan berhenti.

threshold

Kedua teknik di atas memang tidak akan serta merta bisa dilakukan, yang harus lads lakukan adalah practice alias latihan hingga kedua atau salah satu teknik tersebut dapat dikuasai dan dengan sendirinya jika terjadi Panic Braking, memory auto pilot yang ada di otak akan menggerakkan kebiasaan tersebut. Pilih yang lebih sesuai bagi lads sekalian.

Perhatikan juga faktor-faktor yang mempengaruhi jarak pengereman

* Kecepatan
* Kondisi Jalan
* Kondisi kendaraan
* Inklinasi Jalan
* Berat Kendaraan
* Kekerasan Jalan
* Ban
* Koefesien gesek
* Sistem rem
* Teknik Pengereman
* Sistem Suspensi
* Cuaca

Apakah jika telah menguasai kedua atau salah satu teknik di atas akan dijamin selamat? Sebenarnya yang sangat dikhawatirkan itu adalah kendaraan di belakang kita (jika ada), mampukah melakukan hal yang serupa? KBY mengalami dua kali ditabrak dari belakang yang lumayan parah, di saat mobil KBY lolos menabrak depan, malah belakang di hajar mobil lain… itu namanya apes lads hehe…

Yang pertama waspada, itu wajib, harus sadar bahwa tidak semua pengendara mungkin selihai kita atau sewaspada kita… at least jika kita selalu waspada, bukan kita yang harus menabrak toh? Above all, berdoa sebelum dan sepanjang perjalanan is even better…

Thanks for reading and mangga digeber lads….

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Sharing dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

94 Balasan ke Panic Braking Yang Aman Tanpa Anti-lock Braking System…

  1. ndesoedisi berkata:

    pertamax kah ?

    betul Om, cuma butuh latihan biar lancar 🙂

    https://ndesoedisi.wordpress.com/2014/06/08/beli-helm-dapat-yamaha-r25/

    Suka

  2. Plat-R berkata:

    begadang sampe siang
    @bogor

    Suka

  3. enoanderson berkata:

    Sering pakai yang pulse breaking di sipanci, Hasilnya mayan kalo dibanding full rem, jadi gak parah geal-geol . .xixixi 😀

    http://enoanderson.com/2014/06/08/tak-lagi-sekedar-motor-wanita/

    Suka

  4. genbuz berkata:

    Nyimak kang…

    Suka

  5. Bonn Djoovy Anak Rumahan berkata:

    tips manjur dari seorang ghost rider.. jozz om

    Suka

  6. basukimsw berkata:

    iya saya naik ertiga berhasil ngerem tp malah ditabrak motor belakangnya peok deh.

    Suka

  7. wtf170 berkata:

    teknikny kayak model latihan freestyle yg namany stopie yg dl ane palajarin…cm bedanya kl stopie pke rem depan doang

    Suka

  8. curut ngepot berkata:

    pernah juga kang ngerem dengan cara gitu depan mobil lolos dan aman ehh dari belakang bemper mobilku diseruduk motor maunya tak suruh ganti rugi tapi pasti tuh orang gak mampu ya uda deh tak biarin pergi namanya musibah kecil yg penting selamat.

    Suka

  9. RPMspeed berkata:

    cyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit 😀

    —————————————–
    Trend Modifikasi Knalpot Tiger
    http://rpmsuper.wordpress.com/2014/06/08/trend-modifikasi-knalpot-honda-tiger/

    Suka

  10. gilaroda2 berkata:

    Genjosss masbro suiip!

    Suka

  11. dedisuryana berkata:

    pernah sekali beneran “panic braking” dengan cara dikocok pake mobil all new xenia, selamet sih, cuma karena yg belakang (mungkin) kurang siap jadi yaaaaa disundul sayang deh bagian belakang 😀

    dalam hati, merasa paling bersalah gara2 bikin celaka, tapi pas turun dari kendaraan buat ngecek seberapa parah ancurnya, malah supir mobil yg nyundul merasa paling bersalah 😀

    Suka

  12. Aladin berkata:

    om kobay, ane mau nanya ini..
    sistem ABS pada mobil bekerja ketika setir dibelokkan ya??
    kalau iya,, kenapa gitu om??

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Gak kok… Kapan saja kok…

      Mksdnya kl dgn ABS, roda kan gak mengunci… Jadi setir bisa di belokkan guna menghindari objek di depan… Kalau roda mengunci saat diinjak dan setir dibelokkan buritan yang bergeser mendahului moncong.

      Suka

      • Aladin berkata:

        Ooo.. gitu ya om..
        tapi pernah temen ane naik mobil innova yang type V, kok pas ngerem mendadak rodanya ngunci ya om?? padahal ada fitur ABS nya..
        apakah ada hal2 lain yang mengakibatkan fitur ABS pada kendaraan gagal berfungsi??
        mohon dijawab om,, ane seneng nih diskusi sama yang ngerti otomotif :mrgreen:

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        bisa jadi sensornya kotor (bisa jadi basah)… kalau seperti itu wajib di bawa ke bengkel.. karena gak seharusnya ngunci…

        sama sama om hehe

        Suka

  13. Inyong_Bae berkata:

    Wah nabrak nih….nabrak nih…nabrak nih…bruakkk….yah nabrak beneran deh…(Pernah ngalamin fenomena seperti ini..???)

    Suka

  14. titohamafa berkata:

    kalo buat roda dua(terutama motor laki), biasanya sih pake cara rem blkg full injek trus di geol” in dikit biar kcpatannya brkurang(tp gk smpek berenti) stlah itu baru maen rem depan dkit..
    klo mau pake rem depan full(di usahakan jalan kering), hampir sama kyk stopie tp pergelangan tangan harus kuat nahan(mau jelasin caranya tp bingung bkin kata”nya)..
    mslhnya udah pernah ngelakuin rem depan full gara” kaget mobil depan mendadak berhenti sampai ban depan bunyi berdecit sebentar dan cukup efektif ngurangin kecepatan dalam waktu singkat yg tadinya lari 90 kpj jadi 10 -15 kpj dan di lanjut rem normal baru berenti..
    posisi stang jg lurus, jd rasanya kayak pakai double disc break pdhl cmn single disc brake..
    hehehehe,,,

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Seeepp tambahan nya

      Suka

      • titohamafa berkata:

        sama” bang kobay..
        pernah ngerasain rem ABS scara langsung di toll pakai mobil, gara” lagi kebut”an sama temen..
        dan itu pertama dan terakhir kali nya buat ngebut gila”an di toll..
        jangan smpek ngulangin lagi deh, kapok laahh..
        hahahaha..
        aku kira sistem abs nya udh gak se joss pas tahun ’97, ternyata masih kerasa banget..
        😀
        heheheeh

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        ABS jarang sekali bermasalah, biasanya cuma kotor doang sensor dan modulnya

        Suka

  15. Farrel berkata:

    Wah post yg bermanfaat nih, tapi klo inklinasi apaan sih om?

    Suka

  16. st3v4nt berkata:

    Berkendaralah dengan waspada seperti kalau disekeliling anda tidak cakap berkendara semua…

    Suka

  17. gurame berkata:

    makasih bang infony

    Suka

  18. ridertasik berkata:

    ngabsen 😎

    Suka

  19. nbsusanto berkata:

    sementara ini biasanya pake pulse di medan yang bukan keseharian, kalo pake thresold di medan yang belum dikuasai takut malah ngunci.. :mrgreen:

    Suka

  20. frunze berkata:

    threshold butuh latihan, sedikit ketelitian, dan keberuntungan #pengalaman tapi surplusnya jarak stopping threshold bisa lebih pendek dibanding pulse #imho

    Suka

  21. dee berkata:

    namanya panic braking, tapi ngelakuinnya jgn sambil panic, yg ada ngeblank gak tau mau dibelokin kemana tu setirnya

    Suka

  22. Tsarina berkata:

    kalo motor udh ada fitur abs tapi ngelakuin salah 1 dari metode itu gimana ya gan ? #Tolongpencerahannya

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      ada kok di artikel, ya nanti ABSnya gak bekerja sebagaimana mestinya… singkatnya sensornya boingung

      Suka

      • Tsarina berkata:

        woduh, hrus nya kan tuh sensor kebatu gan krn si joki udh mulai pinter dalam pengereman.. hi
        ya kalo gitu jdi ketergantungan dong si joki sama fitur ABS nya.. gag berkembang kembang dong si joki.. jdi gmn ya yg udh punya motor ABS bertindak nya..

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Buat biker/driver enthusiast mmg ABS suka dicopot, misal pembalap. Krn feelingnya jd ga dpt.

        Tp esensinya teknologi dibuat utk memudahkan…tinggal bejek rem, selesai. Hehehe

        Suka

  23. Bonsai Biker berkata:

    tak kiro piknk

    Suka

  24. kuroz berkata:

    artikel penuh penyadaran :3

    Suka

  25. kalo pake matic saya bisa loh pake ABS rem belakannya walaupun matiknya gag pake ABS..heee

    Suka

  26. azizyhoree berkata:

    coba om latihan panic braking bawa motuba deh beda lohhh wakakakak 😆

    Suka

  27. el berkata:

    Kalo saya pake yg mirip threshold. Rem sekuatnya tapi lebih banyak direm depan, sehingga potensi sliding roda belakang berkurang.
    Ketika ngerem mendadak pertama kali kedua rem digunakan tetapi seiring naiknya tekanan beban kearah depan maka rem belakang perlahan dilepas tetapi rem depan tetap atau ditambah kekuatannya.
    Tapi ini hanya berlaku pada jalanan kering atau basah bersih. Kalau berpasir, berlumpur, dan terkerikil saya tidak meromendasi teknik ini.
    Pastikan kompon ban depan itu baik kalo licin ya percuma saja.

    Suka

  28. mildjourney berkata:

    saya jg lebih cocok yg model threshold, beberapa kali panic braking yg dipakai ya metode ini, pokoknya begitu buntut mulai geol langsung lepas trus ulang lagi remnya…kayak gak lulus ujian di ulang terus…hehe

    Suka

  29. gak bisa ngepot dong… :mrgreen:

     

    Suka

  30. ari berkata:

    kemarin ngerem mendadak pake si dark ane sudah melakukan teknik PULSE or CADENCE BRAKING,tapi setelah dipikir2 baru inget kalau si dark sudah ABS 😆

    Suka

  31. husnulislam berkata:

    Artikel yg sangat bermanfaat.. Thanks bro,,, saatnya latihaaan..

    Suka

  32. Didit Arga berkata:

    sama kang,,saya pke teknik kedua juga sambil reflek liat spion tengah (mobil),, pas nginjek rem kuat dan terdengar ban sdh bunyi,mobil dibelakang udah hampir nabrak langsung gas gas lagi…#jantung dah mw copot hahaha

    Suka

  33. denz berkata:

    Kl pake double cabin yg masih non-abs agak susah mang.. soalna berat sumbu depan sama belakang jomplang pisan, tetep harus sambil koreksi setir.

    Suka

  34. Ping balik: Teknologi: Anti-lock Brake System dan Airbags, Mana Yang Lebih Perlu? | KobaYogas.COM

  35. Ping balik: Anti-lock Brake System dan Airbags, Mana Yang Lebih Perlu? | Daihatsu – Astra Kredit

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s