Merinding Series: Hindari Perjalanan Jauh Saat Ba’da Maghrib dan Isya Jika Tidak Ingin Mengalami Kisah Ini…


wpid-hantu.jpg
Kobayogas.com – Selamat malam jumat lads… Merinding Series hadir lagi ke hadapan lads semua.. Kisah ini milik lek Adity Yogy yang menceritakan pengalaman perjalanan mistisnya pada saat ke luar kota.. Siap membaca? Sediakan penganan karena cerita ini panjang dan mencekam…

Kontributor: Aditya Yogy. Editor: Kobayogas.com

Selamat malam om Kobay..
Saya mau berbagi cerita serem nih,banyak hal yang serem serem terjadi dalam kehidupan saya,termasuk wajah saya juga serem,hehe.. tapi kali ini saya mau berbagi yang ada hubungannya dengan roda dua…

Sekitar sebulan sekali saya rutin sowan ke tempat sodara di Jogja,terutama ke tempat simbah yang rumahnya di puncak gunung. Saking kangennya sama cicit (anak saya waktu itu umur 2 tahun) saya dan istripun di larang pulang ke Jogja oleh simbah, namun dengan alasan pekerjaan esok harinya akhirnya simbah pun mengalah, namun menjelang isya baru kami dibolehkan pulang, dengan dibekali berbagai jajanan desa, seperti ubi dan pisang rebus. Duh repot nih bawanya,batin saya,yah namanya orang tua, gimana lagi harus mau daripada gak boleh pulang..

Kami sekeluarga pun berangkat dengan mengendarai Shogun SP lansiran 2005, sepanjang perjalanan saya jaga laju motor karena kondisi jalan yang gelap, maklum jalan desa yang kiri kanannya kebanyakan hutan, dengan ekstra hati hati saya pacu mesin FD series dengan kecepatan maksimal 40kpj di jalan yang naik turun dan berliku. Saat deretan rumah warga sudah jarang ditemui, dan kondisi yang gelap dan sepi, keanehan mulai kami rasakan, padahal masih ba’da magrib,tapi anehnya jalanan begitu sepi, sangat sangat sepi, tak ada satupun kendaraan di belakang maupun di lajur sebaliknya.

Kemudian pada satu saat, saya merasa tenang ketika merasa ada sorotan lampu kendaraan lain di belakang, seperti merasa ditemani…namun saya tidak menoleh kebelakang karena fokus sama jalanan yang gelap di depan, hanya saja terasa ada sorotan lampu di jalan di samping kanan saya.

hantu insidious

Tidak butuh waktu lama sorotan lampu itu makin terang, saya pun minggir untuk memberikan jalan, setelah agak lama menunggu untuk di salip kok nggak menyusul juga nih kendaraan di belakang.. reflek saya melihat melalui spion dan kaget seketika ketika melihat ternyata di belakang saya gelap gulita!!! Tidak ada apapun di belakang motor kami!! Seakan tidak percaya, saya pun menoleh ke belakang untuk memastikan dan memang tidak ada kendaraan lain!! Kemudian punggung saya ditepuk keras oleh istri, nampaknya dia juga merasakan hal yang sama.

Gejala panik dan kawatir segera mendera tapi masih kuat buat untuk bawa motor dan membaca ayat suci semampunya, sejak saya menoleh sorotan cahaya lampu di samping kanan saya pun menghilang.. Sepanjang perjalanan di beberapa spot tercium berbagai macam bebauan,ada yang wangi adapula yang berbau busuk menyengat! Sangat mengganggu konsentrasi, untung saya tipe manusia yang nggak mudah keganggu,jadi tidak ada sosok yang bermunculan dan saya hanya fokus pada jalanan di depan. Saat ketemu rumah penduduk semua gangguan itu hilang, namun begitu bertemu jalan yang sepi entah kenapa gangguan itu muncul lagi,.

Taksi hantu

Hingga kami menemui jalanan yang merupakan turunan panjang sampai ke Pasar Imogiri baru ketemu jalan yang normal.. Tidak lama,hanya berselang beberapa meter di turunan ini sorotan lampu tadi muncul kembali!! Saya sontak kaget, Ya Allah apalagi ini dan langsung melihat ke arah spion..benar adanya ini masih makhluk yang tadi, dia kembali lagi karena dilihat di belakang itu kosong melompong, nggak ada sumber cahaya tersebut, namun cahaya tersebut bagaikan sorot lampu kendaraan yang mengikuti, kejadian ini tentunya membuat bulu kuduk berdiri.

Kekhawatiran saya pun  bertambah saat si kecil mulai rewel di pangkuan ibunya, merengek, menangis sepanjang jalan, seperti nggak betah, genggaman tangan istri di pundak pun terasa semakin keras hingga membuat sakit. Satu keanehan lagi kami alami, saat menemui jalan mendatar, dan membuka throtle.. lho kok berat banget, bagaikan menarik gandengan, tarikannya tak sesuai putaran mesin, seolah menarik beban yang sangat berat. Saya mencoba tidak perdulikan dan tetap konsentrasi pada jalan. Hanya mulut dan pikiran saya yang otomatis membaca ayat apapun sebisanya, entah sudah berapa kali ayat kursi saya bacakan namun gangguan ini belum juga berhenti…

Hingga…ketika kembali menemui turunan, tiba tiba saja rem depan ngeblong!!.. Duh Gusti, apa lagi ini, saya pun nekat berhentikan motor dengan mengandalkan rem belakang dan engine brake, daripada celaka dan bablas masuk jurang. Motor mbrebet kemudian sukses mati di jalan yang kiri kanannya hutan jati, anehnya seketika sorot lampu yang mengikuti pun menghilang!!

Ditengah kegelapan saat saya konsentrasi mengecek kondisi rem depan, si kecil tiba tiba nangis, dengan berasumsi kalau piringannya kepanasan, disk depan pun langsung saya guyur dengan air dari botol minuman si kecil. Putar kontak netralin gear dan slah.. greenngg.. alhamdulillah mesin nyala, istri dan anak dengan cepat langsung naik ke boncengan, motor kembali berjalan namun gejala berat masih terasa, untungnya sorotan lampu dari belakang tidak muncul lagi sehingga saya dapat berkonsentrasi di jalan yang gelap gulita, suara tangisan si kecil seolah memberi semangat saya supaya tidak takut dan terus menstabilkan laju motor.

Selama perjalanan tidak ada satu patah kata pun yang saya dan istri keluarkan, kami hanya terdiam, hanya berupa kode tepukan dari istri di pundak saya yang jadi isyarat agar melajukan lebih cepat lagi. Setidaknya biar cepet ketemu deretan rumah warga, namun apa daya tarikan motor masih terasa berat,meski begitu saya tetap berusaha konsentrasi dengan jalanan di depan dan menambah laju motor.

Kembali, satu keanehan terjadi, ketika akhirnya menemui sebuah sepeda motor nampak dari depan yang ngebut bersiap untuk tanjakan, selepas motor itu berpas pasan dengan kami, seketika itu juga tarikan motor saya menjadi ringan!! Layaknya lokomotif yang terpisah dari gerbongnya! Motor saya pun melaju dengan mulus dan kembali normal, dalam hati saya berucap Alhamdulillah.. bersamaan dengan itu, tangisan si kecil pun berhenti, sampai akhirnya ketemu kebun Kayu Putih UGM (kalo nggak salah) yang menandakan perbatasan desa, dan mulailah ketemu rumah penduduk, perasaan saya mulai tenang.

Sampai ke SPBU Pasar Imogiri saya pun berhenti, sekedar rehat dan untuk melihat keadaan anak dan istri. Si kecil saya gendong,dan istri saya tampak memutar mutar tubuhnya untuk meluruskan tulang punggung. “Pegel ya mah?” Dia hanya mengangguk pelan.. namun seperti menyimpan sesuatu yang belum ingin diucapkan…

Sampai di Kota Jogja dan terduduk di ruang tengah rumah barulah dia cerita, kalau tadi sepanjang perjalanan saat di ganggu cahaya dari belakang, dia merasa panas dan berat luar biasa di punggungnya, seperti ada yang nggendong katanya. Kemungkinan itu penyebab beratnya tarikan motor saya, ada yang ikutan mbonceng, efeknya menyisakan pegel di punggung istri saya dan pegal pegal di lengan saya..

Alhamdulillah kami masih di berikan keselamatan sampai bisa bernafas saat ini,kalau tidak banyak berdoa, konsentrasi dan reflek yang tepat sudah pasti kami nyemplung jurang di jalan sepi nan gelap itu. Dan soal gangguan itu kami masih belum tau sosok seperti apakah itu, dari golongan apa, baik atau jahat, entahlah kami tidak begitu memusingkannya. Yang pasti menurut cerita simbah saya daerah situ emang angker,karena deket sama makam Raja, dan bapak saya pun pernah cerita kalau turunan dan tanjakan di daerah Dlingo pernah memakan korban anggota DPRD yang bis nya nyemplung jurang dan mereka semua tewas di tempat kejadian, di tempat itu ada tugu yang di bangun entah untuk memperingati atau apa saya pun nggak banyak tau..

hantu

Demikian aja cerita saya om Kobay…saran saya hindari melakukan perjalanan ba’da magrib atau isya, katanya nggak baik, sebaiknya sholat dulu atau kalau lagi di perjalanan mending menepi dulu sekedar untuk istirahat ataupun sholat. Dan berdoalah sebelum riding, serta selalu ekstra konsentrasi di jalan,apalagi saat membonceng orang tersayang…

Wallahualam bil sawab… Punya pengalaman atau cerita misteri dan ingin berbagi? Kirim ke alamat email di bawah ya lads…

Mangga digeber ladsss… Thanks for reading and sharing…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com

KobaYogas from WordPress for Android

Tentang Kobayogasblog

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Horror Series dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

132 Balasan ke Merinding Series: Hindari Perjalanan Jauh Saat Ba’da Maghrib dan Isya Jika Tidak Ingin Mengalami Kisah Ini…

  1. adityaprad berkata:

    Woooh ngeriiii 😀

    Suka

  2. sijidewe berkata:

    cuma gitu doang om :mrgreen:

    visit sijidewe[dot]com

    Suka

  3. warungasep berkata:

    nyampah heula lads

    Suka

  4. yusufblog23 berkata:

    ngoahahahahaha…

    Suka

  5. pey berkata:

    Kejadian itu namanya… Ah sudahlah. Unggal meris sy sok jd penerawang.

    Suka

  6. Hansel berkata:

    ora sereeeemmmmm

    #belumbaca 😀

    Suka

  7. bobby berkata:

    Absen aja baca besok siang …

    Suka

  8. mbah uip berkata:

    hag hag hag

    Suka

  9. wesly danzig berkata:

    abseennn sakedeng..
    bacanya besok pagi ajjj
    bobok ahh..

    Suka

  10. deris berkata:

    Kejadian motor berat mah udah bosen denger paketu 😀
    Apalagi di tempat saya pada angker angker 😀

    Suka

  11. cizzy berkata:

    ijin komen om, kl kata bokap ane, slama perjalanan jauh apalagi sore malem, dilarang buat menoleh kanan kiri belakang, alias mata fokus tetap ke depan, apapun yg terjadi. apalagi kl lewat hutan. itu pesan dari kepala desa tempat bokap ane kerja waktu di pacitan dulu kala. intinya cuek beibeh gt om, jgn diladenin.

    Suka

  12. Mas_jump berkata:

    Ngges dbaca,,.. Tlat absen mang 🙂

    Suka

  13. Mas_jump berkata:

    KokKok moderasi..?

    Suka

  14. Azis Karim berkata:

    Ngeri….Banyak banget gangguannya

    Suka

  15. Abud berkata:

    Luwih medeni gambare ketimbang ceritane om -_-

    Suka

  16. dadot berkata:

    sereman mana dengan sniego abis dicuci trus tiba-tiba ujan? :mrgreen:

    Suka

  17. pettertesla berkata:

    Wong dibantu penerangan koq malah takut…

    Suka

  18. ninja150ss berkata:

    oowwhhh….
    #blm bc tp,gr2 ktdrn smlm

    😆

    Suka

  19. Juon berkata:

    Pernah dialami teman saya,cuma bedanya malah dia papasan.Sepulang kerja skitar jam 02:00 dini hari temen saya trmasuk terlambat pulang jadi dia ktinggalan rombongan.Yang biasanya pulang rame rame dia pulang sendirian malam itu.Skitar 3km dari pabrik memang ada jalan rusak & tidak rata,karna perasaan takut dia ngacir ngegas motornya,ketika hampir sampai perempatan pos 39 dari jauh dia bertemu papasan seperti cahaya lampu bus yang terang & menyilaukan mata,karna dirasa jalan agak sempit temen saya coba menepi untuk menghindar,tapi apa yang terjadi semakin mendekat cahaya yang dia sangka adalah sorot dari lampu bus malah menghampirinya seolah ingin menabraknya,semakin menepi dan akhirnya gubraakk…teman saya jatuh dari motornya mencoba bangun dalam kondisi babak belur tengok kanan kiri ternyata sorot lampu yg dikira bus tadipun menghilang dan tidak nampak tanda2 ada kendaran yg baru lewat.Dengan bersusah payah dia pun mencoba menyalakan motornya,dan pulang dalam keadaan kesakitan karena muka,sikut terluka karena terjatuh.Esoknya teman sayapun tidak masuk kerja beberapa hari.Memang di pos 39 terkenal angkernya,sudah sering terjadi kcelakaan bahkan 1 keluarga suami istri dan anaknya meninggal di lokasi itu,dan belum lama skitar 2 bln yg lali tenaga kerja tempat kami bekerj jg mengalami kclakaan di sekitar situ.Pernah juga temen saya berkomunikasi dengan mahluk penunggu situ yg merasuki seorang pekerja laki tapi suaranya perempuan(kuntilanak penunggu pohon bambu)yg memberi pesan kalau lewat daerah sini jangan pada ngebut karena berisik ni mengganggu kaum kita,kcekaan yg sering terjadi tu karena ulah temen2 saya yg kebetulan lagi nyebrang.Ya memang di skitar pos 39 tu tempat pembuangam mahluk2 dr tmpat lain memang dibuangnya di sekitan situ.Yg penting tetap hati2 aja bro,jaga kesopanan saat berkendara karna masih ada dunia lain selain dunia kita.

    Suka

  20. samzurry berkata:

    baru sempet baca
    tadi malem masih mikir2 mo buka artikelnya 😀

    Suka

  21. Fiqri berkata:

    Wah Imogiri… Saya sering sih pulang malem banget gitu tapi ga pernah ke desa desa ehehe paling pulang dari Kaliurang tengah malem lewat jalan sepi.

    Suka

  22. Dimas.S.S berkata:

    sepertinya kalau naik motor cafe racer kagak ngefek ya? yang nggak keliatan masih bisa nimbrung.hehehehe….

    Suka

  23. Asep Juga berkata:

    pertama salut sm jurig nya yg pemain akrobat, krn disinyalir loncat dr pundak siibu ke pemotor yg nanjak, jd gmn nasib si penanjak tsb? apakah selamat? nantikan di episode berikutnya………

    Suka

  24. ark berkata:

    baru baca..
    semalam tidur awal
    Jakarta mulai dingin euy
    mantab, udah kayak cerpen.

    Suka

  25. dogol berkata:

    ikut share om, saya pulng kantor dr cirebon ke mjl sekitar 1jm, dan jm pulng biasanya jm 5.30, waktu magrib msh dijalan, memang klo tidak konsentrasi dn sadar di jalanan yg sepi kadng muncul halusinasi, seolah2 ad yg lewat, pernh juga kya ada phon roboh tp alhmdulilah seketika sadar dan istigfar, dr bbrapa kali kejadian trsb akhrnya skr lebih suka ke mesjid dl tuk solat magrib, stlh itu lanjutin perjalanan pulang. selain itu yg sya rasakan perpindahan waktu dr siang ke malm kadang terasa gelap dn silau, masih lebih baik setelah magrib.

    Disukai oleh 1 orang

  26. Yuyus berkata:

    yeee, sholat mah apapun kondisinya wajib dong, banyak dzikir sehingga kita terhindar dari gangguan bangsa jin macam itu, itu mah makhluk kroco2 nya Allah, mintalah pertolongan pada Nya…

    Suka

  27. ndesoedisi berkata:

    asyem, tadi malem mau komen kok mendadak browser jadi eror, mata jadi berat, ya udah tinggal tidur aja ngoahahahaaaaa

    Review Pemakaian Si Pinky Vario 125 Setelah 10.000 KM

    Suka

  28. andhi2010 berkata:

    Klo jalanan sepi, memang antara maghrib-isya oleh para oang tua lebih baik ditunda dulu.
    Klo jalan rame ga apa.
    Sebagaimana tetangga Pak Dhe saya, pakai motor dari jembatan besi – Unnes 2 jam.
    Normalnya beberapa menit saja.
    Yg pernah ke unnes pasti tahu jalurnya.

    Suka

  29. windri berkata:

    serem euy..gunungkidul daerah q..mesti jalan via imogiri..ada cerita seru ni om..pengalaman pribadi kejadian d rumah..gangguin anak q..

    Suka

  30. farifairis berkata:

    benar2 panjang dan mencekam…! x_x
    btw, daerah tanjakan imogiri-dlinggo situ emang agak2 serem.. soalnya gak ada lampu, dan emang jarang kendaraan lewat kalo malem..
    tapi kalo siang asik buat jalan2 sama pacar 😀

    Suka

  31. Yatss berkata:

    hantunya berpindah ke motor yang papasan, apes

    Suka

  32. mildjourney berkata:

    untung waktu solo turing jakarta jogja lewat weleri trus tembus magelang gak kenapa napa…padahal pas lewat weleri abis maghrib nyaris gak ada temen perjalanan…alhamdulillah masih aman sampe jogja walau harus nyasar dan baru sampe jogja jam 11 malem…

    Suka

  33. achmad hasyrul berkata:

    Kang Kobay, coba diulas dan minta share pengalaman dari tmn2 yang pernah ngalamin hal aneh di daerah Ujung Genteng…infonya kalo udah maghrib bahaya jalan di daerah itu. Tetangga ane pernah disasarin padahal konvoi, ehh dia ngikutin konvoi tp nyasar sendirian…padahal hampir ngga ada kendaraan lain selain konvoi itu. Nyasar nya ngga tanggung2, sampe2 pas sadar nyasar, dia udah balik ke Tangerang lagi…

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      jadi konvoi yang dia ikuti itu adalah….

      Suka

      • achmad hasyrul berkata:

        Ngga omm, maksudnya dia anggota konvoi itu…dia juga ngga abis pikir kenapa jadi nyasar sendiri…hihihihi

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Itu dia mksdnya, pdahal dia lg di dalam rombongan kan ya?

        Suka

      • Achmad Hasyrul berkata:

        Iya Kang, denger2 emang pantang di daerah Ujung Genteng jalan abis Maghrib, apalagi riding sendirian…eh,ngomong2 ane pernah punya pengalaman riding pas maghrib di daerah TPU Utan Jati Cengkareng, pas melintas di depan Pemakaman mendadak motor ngga stabil, liar n susah banget dikendaliin…ane terpaksa brenti n ngecek kondisi motor, ehhh…ternyata ban belakang bocor kena paku…hihihi

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        hlalaaahhh 😀

        Suka

  34. kiki ae lahr berkata:

    Es we te om,, bikin artikel kek gini.jd males mau keluar malam ak.. ~|~

    Suka

  35. wewe berkata:

    kapan2 nyoba wakakakak

    Suka

  36. Bro Ndes 94 berkata:

    Belum doa ya? Ane sering jam segitu riding

    Suka

  37. KuliBangunan berkata:

    Baru Sempet baca OM, ternyata seram juga cerita nya … 😀 BerDoa mulai…

    Suka

  38. gufron berkata:

    Seremmmmmm. .
    Ane juga sering kaya gitu, kayak halusinasi gitu. .
    Tapi kalo di ganggu alhamdulillah belom pernah dan mudah2an jangan sampai. .
    Itu judulnya mungkin masksudnya begini kali yak om ?:
    Merinding Series: Hindari Perjalanan Jauh Saat Ba’da Maghrib dan Sebelum Isya Jika Tidak Ingin Mengalami Kisah Ini

    Suka

  39. Irphan berkata:

    brati lewat mangunan sama makam raja imogiri ya bro
    jalan d sna emang gelap
    ngeri pula jalan nya

    Suka

  40. iklan jabar berkata:

    Wow weritanya menegangkan, kali shogun nya mau di jual, iklanin aja di iklanjabar.com buat upgrade sama motor yang lebih baru 🙂

    Suka

  41. nbsusanto berkata:

    kawasan pegunungan bantul sebelah timur atau gunungkidul kalo nggak salah ini lokasinya.. hmm bener om di daerah sana itungannya jalannya standar bisa dikatakan sempit, gelap dan masih banyak lahan hutan / kebun.. di beberapa titik memang jurang juga.. alhamdulillah kalo memang nggak kenapa kenapa.. 🙂

    Suka

  42. smartfaiz berkata:

    Lain kali kalau ada yg mbonceng diminta urunan beli bensin… 🙂 he3… serem jg yakk

    Suka

  43. FBK berkata:

    Grubak mulustrasine sangar2 :))

    Suka

  44. FBK berkata:

    Gubrak mulustrasine medeni tnan :))

    Suka

  45. bikerkampung86 berkata:

    sik….sik…..baca dulu baru ninggalin jejak

    Supercar Yamaha OX99-11

    Suka

  46. dwiphe berkata:

    weh gitu yah….
    alhamdulillah waktu itu habis magriban Saya pulang dr dlingo lewat rute mangunan -makam raja imogiri- pasar imogiri-jogja aman tnpa gangguan dr yg kasat mata….

    Suka

  47. asep_robert berkata:

    om kobay coba cari cerita touring yang masuk pasar gaib,
    saya pernah denger yg dari purwakarta limbangan cuma 1 jam, trus tasik jawa timur cuma 4 jam.
    kalo ga salah semua pake motor sekopi
    heheh
    kali aja ada yang mau cerita

    Suka

  48. Ridwan Sunaryo berkata:

    yang bikin meringding malah gambar kepala itu, kenapa tadi scroll mousenya cepet2 sih? taunya dipasang gambar….. hadeeehhh….

    Suka

  49. Kang nCep berkata:

    Masalah onroad ba’da maghrib, saya malah mlakukan hmpir stiap hari. Yeah…maklum aja, itu krna tuntutan profesi., hehe.., 🙂
    wlw bbrpa kali mengalami kejadian aneh, tp Alhamdulillah…slalu happy ending Gan,, 🙂
    Yg domisili di Indramayu pasti tau rute Trisi-Cikamurang atau Subang-Cijelag (Sumedang) kan?? Rute yg spanjang prjlnan hnya hutan blantara.
    Tp kjadian yg slalu saya ingat adlh prjlnan mlm dari Kota Sumedang ke Kadipaten mlalui Jln Utama Nasional (by pass). Yg biasa ditempuh hnya 1 jam, tp ktika itu smpai lbih dr 3 jam!! Itu pun kata orang rumah. Katanya saya smpai rumah jam 1 dinihari, pdhal brangkat dr kota Sumedang jam 9an mlm. Krna Saya gak tau smpe rumah jam brapa, krna gak sadar sm sekali. Tau2 saat bangun tidur pd pagi harinya, badan pegel2 srta lutut lecet dan beberapa bagian motor rusak. Jelas itu tanda2 saya tlah mngalami kecelakaan tunggal. Tp sampe skarang saya gak tau kecelakaan tsb trjadi didaerah mana. Yg jelas…saat mlewati turunan curam di daerah dkt Masjid Raya Nyalindung, saya msh sadar.
    Ah udahlah…pokoknya saya selamat. Alhamdulillah…, 🙂

    Suka

  50. yudhistiro berkata:

    pernah nglewatin daerah ini jam 1malem
    dae efeknya badan merinding maximal dan putar balik :v

    Suka

  51. gaplek mania berkata:

    punya balita jangan keluar pas maghrib..karena masuk waktu maghrib saat itulah para makhluk halus keluar dari persembunyiannya

    Suka

  52. Asiem… Setidaknya cerita ini pernah dialami oleh orag2 yang idup ato sering di jalan, ya semoga kita selalu dlm lindungan-Nya. Amien

    Suka

  53. goozir berkata:

    menurut saya penegendara yang berpapasan tadi bisa jadi malaikat yang diutus alloh untuk menjawab doa doanya si pengendara tadi… kasian anak kecil nangis2…

    Suka

  54. shoto212 berkata:

    lha lokasine jenenge cino mati mbah nek ra salah. deket imogiri. dulu ada bis rombongan dprd yang masuk ke kali, banyak yg meninggal kalo ga salah. namanya kali oyo.

    Suka

  55. GandemLover berkata:

    bacanya bener bener tegang.. alhamdulillah belum pernah mengalami gangguan malam

    Suka

  56. Aditya Dwipa berkata:

    Setelah baca cerita sendiri malah gak ada serem seremnya,wkwkwkwk.. butuh jam terbang tinggi nih aku buat nulis yang bagus biar pembaca seolah terbawa,makasih om Kobay udah di publish,semoga.. semoga ajalah 😀

    Suka

  57. edward berkata:

    yang ngikut tadi pasti pindah ke motor yg berpapasan. dah capek soalnya jadi balik ketempat asal, mau tidur dulu yg digendong tadi. 🙂

    Suka

  58. arifku21 berkata:

    kang kobay, ane mau ngirim cerita nih
    tertarik bagi2 pengalaman astral hhe

    Suka

  59. angga berkata:

    sekitar 8/9 bulan lalu sodara pernah ngalamin mistic on the road.
    waktu itu sodara saya (cewe), mau plg ke Jakarta. niatnya mau beli tiket, ternyata udh abis. akhirnya “nyegat pinggir jalan” nyari bis yg mau ngangkut bayar diatas. memang keadaan udh malem skitar jam 10an. akhirnya ada bis yg ngasih lampu dim yg tandanya mau naikin penumpang pinggir jalan. dari kejauhan terlihat bis dgn nama PO.Flores (sudah lama bangkrut), di kaca depan ada tulisan Solo-Jakarta. kaca depan sdikit ada retak, kaya bekas lemparan batu. ketika bis berhenti, sodara saya lgsung naik karena udh kemaleman. saat masuk ke dalam bus, katanya sangat wangi dan kadang bau daging. setelah duduk di kursi yg kosong, si kondektur pun datang meminta ongkos. ketika ditanya berapa ongkosnya, si kernet ngejawab pendek. “lima ribu mbak”. dalam fikir sodara saya “bener gal nih?”. tanpa pikir panjang langsung dibayar. tak lama sodara saya tertidur, karena posisi sudah malam. tp katanya posisi tidurnya pun ½ sadar. dia merasa seluruh penumpang berbaju putih, dan semua mendunduk. dan anehnya lg, ketika terbangun. tiba² sodara saya sudah ada di dekat pos polisi terminal pulogadung dalam posisi tertidur, ketika lihat jam antara percaya dan tidak percaya. jam menunjukkan pukul 23.00 yg berarti perjalanan ungaran-jakarta hanya 1 jam

    Suka

  60. teguh berkata:

    Sy juga mengalami bro.
    Kebetulan istri sy hamil 4 bulan….lokasi kerja satu wilayah di jakarta utara, pulang kerja selalu sy jemput.
    Awal oktober kemaren hari jumat sehabis magrib ,sebelum isya . Motor nvl sy over heat.
    Yang bikin kami bingung . Setiap hari jumat motor selalu over heat dan lokasi selalu sama. Di depan pintu masuk màkam..

    Suka

  61. Aditya Dwipa berkata:

    Bukan editannya om,tapi aku sebage penceritanya yang kurang mendramatisir,biar kerasa seremnyah,muehehe..
    Nanti deh ta’share lagi cerita lain,itung itung belajar nulis,saya nulis di blog sendiri malah males 😀

    Suka

  62. mochyuga berkata:

    ortu saya selalu ngingetin ga boleh keluar pas abis magrib, bahaya katanya, kalo mau keluar sekalian malem aja abis isya, lah pan tanggung banget ya? pernah sekalinya saya nakal keluar pas abis magrib, memang lagi gelap2 nanggung sih, tapi dijalan memang sepi, apalagi jalan kerumah ngelewatin area yg banyak pohon2 bambu di pinggir2 jalannya, disitu gelap banget karena ga ada rumah penduduk, rada serem juga sih, ah gaspol aja akhirnya dan ternyata.. ccrroosss!!! laron masuk ke mata >.< periiih jendral 😦 ternyata bahayanya kalo jalan pas abis magrib tuh itu, banyak binatang2 kecil yg pada beterbangan, jadi jangan ngebut & jangan lupa visor helm jg ditutup, sekian dan terima kasih 🙂

    Suka

  63. ax125 berkata:

    imogiri..,
    cukup tau kang..

    pernah kenak hujan sangat lebat dan ada batu ngglinding disana
    tapi pas sore hari..

    Suka

  64. rpmc berkata:

    waduhh ceritanya serem banget gann.. tp asik krna dtemenin sma anak istri jd gk sndrian.. hehe

    Suka

  65. togog berkata:

    aku dan istri (sedang hamil) pernah ke makam sultan agung imogiri, tapi istri tidak sampai naik ke tangga yang tinggi itu (makam sultan agung dipuncak bukit), berarti lewat jalur tadi kah…???

    Suka

  66. Ping balik: Top 5 Artikel Tahun 2014 Yang Sering Dilihat dan Dibaca Pengunjung | KobaYogas.COM

  67. Paijo Rider berkata:

    ada yang pernah lewat jalur surabaya-batu via cangar abis isya sendirian?
    Nah kebetulan sebelum lebaran idul fitri 2015 kemaren saya lewat situ boncengan dengan kakak saya. Tujuan saya ke Batu desa Bumiaji lewat cangar dari arah surabaya. Abis isya juga sih…
    Itu kan lewat hutan lindung, jadi sepi gak ada temennya baik motor atau mobil. Pas lewat sebelum jembatan cangar itu jalannya nanjak banget, saya posisi gigi 1 cuma maen hentakin kopling aja biar motor gak mundur, maklum berat badan kakak saya 83kg, dan saya 70kg, motor saya thunder 125 2006. Pas lagi jalanan nanjak tiba2 terdengar suara berdecit pada kopling atau area kalter sebelah kanan, dalam hati saya sempat was-was takutnya kalo kampasnya abis lalu macet di tengah hutan bisa gawat. Nah pas dalam kondisi itu kakak saya liat di sekitar sebelah kanan ada orang berdiri di tepi hutan sendirian, tapi tanpa ekspresi. Namun saya tetap dalam kondisi fokus mengendarai motor gak noleh sedikitpun, Alhamdulillah motor kuat nanjak gak mogok sampai tujuan gak ada masalah.
    Tapi pas pulang ke surabaya di check oli mesin tinggal dikit banget, hahahaha… Lalu 1 bulan berikutnya pistonnya saya oversize karena motor berasap parah…
    Kalo lewat cangar memang kondisi kendaraan harus prima gan, saya sering lihat motor atau mobil mogok bahkan sampai mesin overheat mogok gak kuat nanjak.
    Kalo saya sering sih lewat situ sendirian, tapi pagi atau siang, dan jarang sih boncengan, karena emang jalurnya ekstrim. Lagian kondisi Thunder 125 saya udah gak standart, jadi kuat aja buat nanjak, soalnya dulu pernah pas motor masih kondisi standart pabrik lewat situ gak kuat nanjak…

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Ridwan Sunaryo Batalkan balasan