Ini Dia Perbedaan Kaliper Radial dan Axial For Beginner


kopdar blogger

Kobayogas.com – Dear lads, ada ilmu lama tapi baru KBY dapatkan setelah melihat dan mengetahui langsung dari masternya, info ini KBY dapatkan dari Kang Hadi dan Kang Sandy Topan, dua modifikator asal Bandung dari Bengkel Nusantara Sportbike yang terletak di daerah Kopo Sukamenak.

Sudah lama sebenarnya KBY penasaran ingin tahu apa yang dimaksud dengan kaliper radial dan axial (konvensional), sering baca di artikel blog sahabat tapi masih gagal paham, maklum newbie lads. Sudah pernah diinfokan dan dijelaskan juga oleh salah satu kawan di grup tapi kalau hanya kalimat, gak dapat juga perbedaannya. Masih bingung lads…

Nahhh karena acara kopdar kemarin itu melibatkan dua modifikator ulung dan mumpung sedang bahas kaliper, langsung KBY ingat seputar kaliper radial dan axial, jadi KBY tembak saja Kang Hadi dan Kang Sandy untuk menunjukkan perbedaannya… Mangga disimak lads, terutama bagi yang belum paham seperti KBY …

AXIAL / KONVENSIONAL

Tipe ini paling banyak di adopsi oleh motor-motor kebanyakan atau motor umum, seperti pada gambar, secara sederhana, untuk mengetahui dapat dilihat dari baut kalipernya (baut yang menempelkan kaliper ke kaki shock) ada di samping. Selain itu kontruksi mounting kalipernya tegak lurus dengan arah putaran cakram/ban. Kekurangannya kadang terdapat vibrasi jika rem digunakan berkali kali dalam waktu atau tempo lama – kata sederhananya adalah gejala oblak, misal keluar kota, juga loss terhadap daya tekan kanvas lebih besar dibanding Radial.

Pun begitu, model axial ini sudah cukup untuk menghentikan laju sang roda dua yang menggunakan tipe tersebut. Kelebihannya, ya lebih umum dan lebih murah dari radial.

Contoh kaliper axial/ konvensional/ regular

Contoh kaliper axial/ konvensional/ regular

RADIAL

 Tipe ini identik dengan moge, bagi yang paham, penerapan atau modifikasi kaliper ala Radial bisa membuat bangga pemiliknya, karena menurut info kang Hadi, moge-moge keluaran tahun 2000 ke atas, sudah menganut sistem radial pada kaliper plus shock-nya.

Seperti apa bentuknya? Mangga dilihat pictnya, dibanding Axial, baut kaliper yang menempel/ mengikat ke shock ada di bagian depan/ atas. Keunggulannya arah kuncian baut searah putaran cakram untuk mengurangi vibrasi (gejala oblak) dan mengoptimalkan proses pengereman. Kelemahannya? Ya cukup mahal lads 😀

contoh shock dengan mounting Radial Caliper

contoh shock dengan mounting Radial Caliper

MODIFIKASI

Lantas, apakah shock bawaan yang masih konvensional (axial) bisa menerapkan kaliper Radial? Oh tentu bisa, kata kuncinya adalah ADAPTER, dengan menggunakan adapter radial, motor yang sistem kaliper dan dudukan shocknya Axial bisa menjadi Radial, keren tanpa harus mengganti shock dengan USD, walau tentunya ya kerena ganti USD sekalian. Nih ada contohnya…

Scorpio Kang Sandy diubah jadi Radial Caliper

Scorpio Kang Sandy diubah jadi Radial Caliper

Jika tertarik, lads bisa mengontak Kang Hadi Nusantara Sportbike di 0811 2233 676 … happy modify lads…

Next Article: KBY akan bahas perbedaan regular disc dengan floating disc, for beginner…

Mangga digeber…

Baca juga artikel lainnya lads…

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Agar Lads Makin Tahu, Artikel ringan, Modifikasi, Sharing dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

121 Balasan ke Ini Dia Perbedaan Kaliper Radial dan Axial For Beginner

  1. enoanderson berkata:

    Nyimak Master…. 🙂

    Suka

  2. Yoshi berkata:

    Josss baru tahu gue

    Suka

  3. AWAS berkata:

    wah, baru tau juga… nice info kang

    Suka

  4. Bonn Djoovy Anak Rumahan berkata:

    ilmu ane nmbah om 😀

    Suka

  5. ipanase berkata:

    motogp vs std 😀

    Suka

  6. Mase berkata:

    nice info nih

    Suka

  7. fikri_humam berkata:

    Review ducati dong haha

    Suka

  8. pai berkata:

    Nais inpoh, baru tau ane, hehe.. Btw, scorpionya keren tuh, g dibikinin sekalian artikelnya? 😀

    Suka

  9. tim rad berkata:

    keren mang, ditunggu bahasan floating disc nya, emang penasaran dari kemarin

    Suka

  10. ekomoker berkata:

    Tambahan kang…Kaliper radial karna kalipernya ga gerak2 maka cakramnya pun dibikin rada oblak alias floating
    Di kaliper axial kalipernya yg bisa maju mundur makanya piringan cakramnya pake lembaran plat ga perlu floating disk … ini juga yg bikin harga jual murah

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Maksudnya gk gerak gerak ini piye lek? Kalau mgerem kan si piston dorong kaliper/kanvas ke cakram? Tq

      Suka

      • ekomoker berkata:

        Coba goyang2 in kaliper axial motor… apalagi saat dilepas .. terlihat di bracketnya ada asnya … ini yg bikin kaliper axial bisa mengikuti piringan cakram walau agak bengkok dikit dan kampas rem bisa stabil ditengah2 walau abis

        Suka

      • ekomoker berkata:

        Di kaliper radial kagak bisa … Mangkanya cakramnya yg dibikin rada oblak dikit … dan juga kaliper radial pasti pistonnya ada di kedua sisi kaliper jadi pasti imbang tekanan piston ke kampas…(di kaliper axial kan pistonnya ada di 1 sisi doang)

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Nah iya… Katanya kalau axial yg ditekan sisi kanan doang (atau kiri doang tergantung posisi kali ya)… Yg satu lagi ikut2an bergerak aja walau gak langsung kedorong/ketekan spt yg satunya.

        Wah ini kudu sambil liat barangnya nih soalnya lom kebayang yg sistem radial penekanan kanvas rem ke cakramnya hehhe…

        Suka

      • ekomoker berkata:

        Penekanan kampasnya sih dikedua sisi cakram kang

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        Nahh ini, tp kalipernya yg gak goyang/bergerak ya maksudnya. Pistonnya sih tetap nekan di kedua sisi. Oke deh…

        Suka

  11. ekomoker berkata:

    Baru ngeh tuh pio temennya mbah amir juragan peleg chemco 😆

    Suka

  12. Hadi Muhari berkata:

    Sekedar Info tambahan kang. Desain Kaliper Radial itu dirancang oleh Yoshiki Matsuzaki dan di hak paten kan tahun 2001 (sumber http://www.google.com/patents/US6250439).
    Penggunaan desain kaliper Radial mulai booming di tahun 2003 hanya dipergunakan di suspensi Depan Up Side Down. Ketika Vibrasi yg dihasilkan sistem pengerman bisa di hilangkan, otomatis tinggat kestabilan motor nya Jauh Lebih baik. Performa kaliper Radial ini akan sangat terasa bermanfaat ketika memerlukan pengeraman mendadak di kecepatan Tinggi.

    Salam
    Hadi Muhari
    Nusantara Sportbike

    Suka

  13. IronGixx berkata:

    Oooo… ngono yes… 😀

    Suka

  14. Arlong berkata:

    paham ane bro, Kawasaki Z1000 yang ente coba tempo hari juga pakai system Radial kok, posisi baut cakramnya juga sepsrti gmbar diatas, yang pasti jelas nambah kegantengan motor itu sendiri, tapi emang benar itu mubazir buat motor kecil under 250cc1, Z 1000 cakram di jepit 4 piston, sudah pasti pakem Remnya.
    kemudian soal kaliper axial yg bisa goyang itu, kalo mazbro punya motor bebek/matic dirumah, coba pegang & goyang2i kalipernya, pasti bisa gerak2 dikit gitu:)) soalnya JupieZ saya juga begitu^^

    Suka

  15. bannyduke46 berkata:

    Nah..kalo duke termasuk radial…tapi floating atau fixed yah type nya? Pernah baca di otomotif tahun lalu katanya duke itu floating fixed *makin gagal paham dah x(

    Suka

  16. danisubject berkata:

    new megapro konvensional ya :v motor murah je ya ga murah banget . kalo dibandingin zx 14 murah banget

    Suka

  17. Fandy YZF berkata:

    Waduh itu scorpio nya mantap.. Kaki2 moge, sama buntut ninja abis berapa tuh ya?? Itu velg belakangnya Panigale ya?
    BTW kok armnya cuma sebelah ya??

    Suka

  18. Ping balik: Ngopi & sharing seru dengan rekan blogger, modifikator dan Kafemotor | vanzmotoblog

  19. Hey! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a
    new project in a community in the same niche.
    Your blog provided us beneficial information to
    work on. You have done a outstanding job!

    Suka

  20. tafmotorcycle berkata:

    owh, gitu to ternyata. padahal belum baca :mrgreen:

    berkunjung ke showroom benelli :
    https://tafmotorcycle.wordpress.com/2014/08/04/berkunjung-ke-showroom-benelli-kediri/

    Suka

  21. bikerkampung86 berkata:

    alhamdulilah jd makin nambah ilmu dan wawasan
    hatur nuhun kang

    Suka

  22. gilaroda2 berkata:

    mantab ilmunya masbro…..mudah dipahami, jossss!!!

    Suka

  23. Ping balik: Pro dan Kontra Penggunaan Watermark Pada Foto/Karya di Artikel Blog «

  24. Ping balik: Mengenal Konvensional Disc dan Floating Disc For Beginner « KobaYogas.COM

  25. abim berkata:

    setelah nyimak artikel ini, kayanya n250 azzurri saya berasa oblak bagian depannya setelah ganti velg delkepit 3,5 depan.. mungkin dikarenakan disk bawaan support untuk radial sedangkan usd bawaan n250 masih axial..
    padahal si azzurri gak ngantem lobang/nabrak tapi secara tiba2 berasa lebih goyang dan oblak saat riding..
    apa bisa jadi karna faktor ini kang..?

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      masuk akal, coba dibuat untuk radial biar lebih jos, ada kan adapter nya

      Suka

      • abim berkata:

        kang.. mau tanya dong.. suhu2 yg lain jg boleh bantu jawab.. 😀

        ane belom lama pasang double disk pake kaliper kiri klx, tabung shock bawaan kiri dibubut rapih(tukang bubut terkenal rapih di kawasan ciledug),terpaksa bubut krn selain blm ada modal beli usd gedean dikit dan dpt tabung shock kiri murmer..

        ada masalah yg ane belom ketemu jwbannya..
        tiap jalan pelan bunyi “pletak.. tak.. tak..” tapi hanya terkadang aja..
        dan kadang jg pada saat posisi stang di belokin sambil jalan/di dorong..
        saat bunyi tsb stang berasa gejala oblak.. posisi shock ane turunin dikit 2cm dr posisi bawaan stang..
        dan udah ane check, kl memang mentok krn gak presisi pasti ada baretan/gompal krn besi ketemu besi di disk maupun kaliper/kampas tapi ini gak ada..posisi roda pun lancar jaya pd saat kampas gak gigit disk..

        ane udah check komstir jg normal (krn emang br abs ganti baru sekitar 3bln lalu)

        ane make velg delkepit 3,5 dgn tipe baut disk 5 buah..dgn posisi double disk dibuat axial..

        ada kiranya kang KBY atau temen2 artikel ini tau penyebabnya,mohon pencerahan..

        terimakasih matur sewun..

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        yang lain ? silakan ya dibantu teman kita ini

        Suka

      • Abim berkata:

        oke kang saya coba membantu membalas sendiri permasalahan tersebut.. :)) 😀

        begini kang.. dan akhirnya ilmu tenaga dalam keluar juga.. *harap maklum selama ini gak keluar tenaga dalamnya karna kurang bergaul.. akakakak..

        1. permasalahan oblak terjadi, karena :
        …. ternyata dikarenakan tipe disk break bawaan delkevic dengan tipe “floating” membutuhkan dan hanya cocok untuk tipe pengereman radial (wis ora cocok pisan karo shock bawaan ninja 250. perlu ganti tipe USD itu harga mati dari pada harus bubut2an.)
        Bukan karena tipe velg delkevic salah kalo judge velgnya yang yang bermasalah (krn beli masih baru)

        2. Bunyi ngik nguk dan pletak pletak terjadi, karena :
        … settingan jarak main disk break tipe floating yang terlalu longgar mengakibatkan getaran dan oblak kadang kala disusul bunyi ngiik nguk.. dan bunyi pletak pletak di karenakan settinga jarak main disk break floating terlalu longgar.
        akan berpengaruh ke getaran stang,oblak dan juga getaran pengereman sehingga bisa tiba2 lost saat panik break. (ngeloyor bae walaupun udah narik handle sampe mentok dan musti di kocok2 cara pengeremannya.)

        kesimpulan :
        uang lagi uang lagi.. hehehehe.

        …kesimpulan permasalahan ini adalah “karena tipe disk foating”
        …fleksibelitas disk floating tersebut menimbulkan bunyi ngiik nguuk dan terasa oblak.
        …settingan jarak main tipe disk floating harus bener2 mahir dan gak bisa asal2an ngakalin pake ring atau cuma ganjel sana ganjel sini.
        krn dari getaran/oblak menimbulkan bunyi pletak pletak.
        …tipe disk floating lebih cocok dan pas dipasangkan dengan tipe rem radial yang membutuhkan tipe shock usd

        jadi kesimpulannya harus beli usd merubah pengereman ke tipe radial.

        Demikian kang.. laporan hasil naik turun gunung atas permasalahan ogut.

        matur suwun.

        Suka

      • Kobayogas berkata:

        sedappp saya bookmark ya

        Suka

  26. Ping balik: Tematis Rem: Monoblock Caliper, Barang Apalagi Itu? « KobaYogas.COM

  27. Ping balik: Review dan Test Ride Yamaha R25 Modif Mono Arm dan Up Side Down, Moge Bingits! | KobaYogas.COM

  28. yht2506 berkata:

    ooo begitu…

    Suka

  29. petirabang berkata:

    Tetap nggak paham kang…. wkwkwk…. efek sakit perut nih jadi nggak bisa konsen…

    Suka

  30. felitokia berkata:

    Lumayan, nambah ilmu lg nich! Mang Kobay pernah ngebahas pernak pernik mesin yg p in p yg bisa meng-optimal-kan kinerja mesin motor harian khususnya matik? misal pengaplikasian klep titanium, nikasil silender, busi iridium, cdi non ori, koil, roller dll.

    Suka

  31. felitokia berkata:

    Se x an, kapan2 minta dibikinin artikel meng-optimal-kan power Nmax dgn part p in p. Yakin Nmax masih bisa di optimalkan powernya tanpa di korek2 cukup diganti dgn parts pendukung yg p in p. hatur nuhun ach sateacan na.

    Suka

    • Kobayogas berkata:

      Mangga, utk awal cukup coba pertamax plus atau Ron 95 dan air filter ferrox… Kalau mau kabari ya saya mau nanya distributor dah ada lom buat NMax

      Suka

  32. felitokia berkata:

    Sdh di laksanakan, pk Total performace 95 ditambah Nitrox hot Sh*t petrol power boost qe..qe…qe… lbh rapat aja torsinya..

    Suka

  33. lol berkata:

    bukannya perbedaan yang radial itu caliperny fix dan yang axial tidak???

    Suka

  34. SANSINNO.COM berkata:

    mencerahkan sekali bang..ini yg saya suka dari blog bang kobay..bahasanya sederhana dan mudah di mengerti..saya jadi tau sekarang

    Suka

  35. mul berkata:

    pantesan disc moge floating/goyang2 krn kalipernya tipe radial yg tidak ada karet vakum pembalik(boot)-ada 2. klo kaliper axial ada 2 pcs as yg ada boot-nya yg nempel ke adapter di tabung sok depan oleh krn itu kalipernya goyang2 utk spy ada celah clearence pas kampas rem ditekan(cuma 1 yg bergerak)dan spy bisa balik lg kalipernya ke posisi semula.

    Suka

  36. Tata Kun Afiatno berkata:

    nambahin bos, axial punya kekurangan dalam hal pakem remnya (butuh jarak pengereman sampai berhenti lebih panjang dari pada radial tapi itu menyebabkan mengerem lebih empuk (enggak kaget) sehingga tekanan pada tangan tidak sekeras radial waktu mengerem..

    sebaliknya radial

    pakem, tekanan pada tangan tinggi..

    “The axial brake caliper, characterised by reduced rigidity and enhanced comfort, is especially suitable for touring and custom bikes. The radial brake caliper instead has greater rigidity and is able to deliver better performance, thus able to unleash its full potential with sports and naked bikes” (dikutip dari brembo)

    Suka

  37. Ping balik: Honda CBR 250RR 2 Silinder, Dari Prototype Jadi Apa? | KobaYogas.COM

  38. Ping balik: Review Harian Honda CBR 1000RR SP Fire Blade – Moge 1000 cc Yang Rendah Hati..!! | KobaYogas.COM

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s