Test Ride Benelli Zafferano 2013 Part II, Sisi Kenyamanan dan Performa Mesin


Benelli Zafferano

Kobayogas.com – Hola lads, setelah puas membahas sisi desain dari Benelli Zafferano, kini saatnya kita kupas seputar kenyamanan serta performa mesinnya.. geber lads..

Link di bawah adalah artikel sebelumnya yang membahas seputar desain, fitur serta kualitas materialnya. Silakan dikunjungi jika belum sempat membacanya lads..

Full Review: Zafferano, Skutik Bongsor dari Benelli

ERGONOMI

Sebenarnya joknya Benelli Zafferano sangat nyaman diduduki, empuk dan lembut. Sementara jarak kaki ke tanah tidak terlalu tinggi, jinjit namun semuanya under control gak nyusahin. Tapi kurang rekomen buat cewek karena berat, kecuali tentu sudah terbiasa.

Hanya ketika sudah berjalan sekian menit, baru terasa kalau posisi duduknya Benelli Zafferano ini kurang nyaman, entahlah agak sulit dijelaskan dengan kalimat euy. Mungkin lekukan joknya kurang ergonomis, bagi KBY lho. Singkatnya posisi duduknya teu pararuguh alias nanggung.

Benelli Zafferano

PERFORMA MESIN

Sebelum menuju test ride, ada baiknya kita mengetahui spesifikasi teknis dari Benelli Zafferano ini..

DIMENSIONS
Length : 2168 mm
Width : 796 mm
Height : 1434 mm
Wheelbase : 1488 mm
Ground Clearance : 103 mm
Weight : 155 Kg
Fuel Tank : 12 L
Front Wheel Size : 120/70 – 14
Rear Wheel Size : 140/60 – 14
ENGINE
Type : 4 stroke single cylinder
Bore X Stroke : 69.0 x 66.8 mm
Displacement : 249.7 cc
Rated Output : 15.5kW/7000 r/min = 22,3 HP
Max Torque : 20.83 Nm/rpm
Starting Method : Electric

Apa yang kita harapkan dari sebuah mesin berkapasitas 250 cc? Ngacir lah ya secara orang awam hehe.. Sayang hal tersebut tidak ditemukan pada Benelli Zafferano ini, sepertinya memang kurang terawat baik. Tahu darimana? Baca lanjutannya pada sub judul di bawah yah.. hehe

Ketika digeber, Benelli Zafferano ini memang jalan dengan kalem, terlalu kalem malah, tak ada hentakan yang diharapkan dari sebuah mesin sebesar 250 cc. Powernya cenderung flat euy. Namun torsinya patut mendapat acungan jempol, menanjak dari arah Cigadung Pesantren terus menuju Resort Dago Pakar (RDP), sang Zafferano tak pernah kehilangan tenaga.

Sepertinya mesin 250 cc nya memang lebih dikonsentrasikan kepada torsi, nyaris sebesar 21 Nm lads. Sementara powernya sendiri yang sebesar 22,3 HP tidak dapat diperas lebih banyak, lari 100 km/jam tidak terlalu sulit, tapi bukan itu yang membuat KBY mengurungkan niat menggeber lebih lanjut si Benelli Zafferano ini..

PERFORMA PENGEREMAN

Sayang, pemilik Benelli Zafferano ini kurang peduli akan kesehatan mesin dan kaki-kakinya.. yang dielus elus cuma bodinya saja hehe. Padahal jika melihat dari jarak tempuh, si Zafferano ini belum sampai 2000 km loh usianya. Mesin bergetar cukup hebat terutama ketika memulai berkendara dan menemui tanjakan.. rem belakang berdenyit sepanjang jalan akibat kanvas rem yang sudah habis dan bergesekan dengan disc brake.

Performa rem depan dengan dual disc brakenya ternyata di bawah ekpektasi, perkiraan KBY tarik dikit joss, ternyata jauh, butuh beberapa kali tarikan agar Zafferano berhenti sesuai keinginan. Rem belakang nyaris tak tersentuh karena mendengar jeritannya saja sudah ngilus lads…

Dengan performa rem seperti itu, ngeri lah untuk menggeber si Zafferano ini hehee.. Safety first ya gak?

Dual disc brake di depan tapi gak pakem

Dual disc brake di depan tapi gak pakem

RIDING QUALITY + KENYAMANAN

Selain bodi yang bergetar, suspensi belakang juga berbunyi setiap mengayun, nyitt..nyitt.. Bantingan Benelli Zafferano ini cukup keras di jalan buruk, namun cukup nikmat ketika di jalan mulus. Kejutan hadir dari handlingnya yang lumayan menurut ketika diajak menikung, mengingat dimensinya besar dan berat.

Namun akibat ground clearance yang cukup rendah, menikung ke kiri membuat standar tengahnya mudah sekali bergesekan dengan aspal, sementara menikung ke kanan si Benelli Zafferano ini relatif aman.

Menurut Nyonya yang KBY bonceng dan sempat mencoba si Zafferano ini, sebagai boncenger sih nyaman, busa joknya empuk dan lembut, kaki juga pas menekuk meski tanpa foot rest belakang. Hanya menurutnya dimensi besarnya dan bobotnya menyulitkan dirinya sebagai rider.

THE VERDICT

Secara umum, Benelli sebenarnya sudah cukup sukses dalam membuat Zafferano, bentuknya besar, gimmick cukup, desain cukup baik, akomodasi sangat memadai dengan kualitas material yang masih dapat diterima sesuai harganya.

Intinya, dengan harga jual Rp. 36 juta (harga baru 2014) bagi mereka yang mengincar efek visual serta besarnya kapasitas mesin, Benelli Zafferano dapat memuaskan hasrat tersebut. Namun jika menginginkan lebih seperti kualitas, pilihan lain yang lebih baik di beberapa area dapat ditemui pada beberapa produk meski harus ditebus dengan harga yang relatif lebih tinggi dari Zafferano.

Baca juga artikel lainnya ya lads, terima kasih sudah bantu sharing 🙂

Kunjungi juga blog di bawah ini ya.. http://www.sakahayangna.com

Contact me at…

email me: kobayogasblog@gmail.com
path me: Yogas Kobayogas.com
whatsapp me: 08184YOGAS (96427)
tweetme: @kobayogasblog

Tentang Kobayogasblog

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Benelli, Tes Produk, Test Ride dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

44 Balasan ke Test Ride Benelli Zafferano 2013 Part II, Sisi Kenyamanan dan Performa Mesin

  1. ardiantoyugo berkata:

    Kece…

    Tips mengatasi sensor kopling eror: http://wp.me/p1eQhG-11N

    Suka

  2. FЭЯY berkata:

    saung make mesin 😆

    Suka

  3. RF berkata:

    sayang kondisi motornya kurang sehat.
    Numpang sharing aplikasi android untuk merawat motor matic di Google play gan
    https://play.google.com/store/apps/details?id=rifel.appliction.servisberkalamotormatic

    Suka

  4. felitokia berkata:

    Gak ngorok mang? ga sich sptnya mah! kl ngorok jg ga kan kedengeran ngoroknya! suara mesinnya aduhaaaiiii……gandengna…..

    Suka

  5. warungasep berkata:

    Wow 2000km, kalo kata org awam sih, kalo liat matic underbone+pake windscreen disebutnya motor china/kymco… coba aja tanya nmax ke org awam, pasti bilang kym… ah sudahlah #nmaxku_kapan_dikirim

    ☺ Lihat Penampakan Honda CBR250RR … Tanduknya Hilang??? ☺

    Suka

  6. dewa berkata:

    Ergonomi??sepatu tidak enak diPake bisa karena Sepatunya dan bisa juga karena bentuk kaki yg ndak sesuai dgn Sepatunya.gampangnya selain bentuk Jok yg ada Fotonya,tolong tampilkan juga bentuk Bokong yg ngeTest.supaya saya bisa menilai,yg salah Joknya atau Bokongnya.Ngoahahaha.

    Suka

  7. budbud berkata:

    nyonya cantiknya dibabawa..hehe
    mantep nih, lelaki sayang keluarga

    Suka

  8. rizkyrm berkata:

    Gayanya yang make dijalan itu loh.. Duhh..

    Suka

  9. motomazine berkata:

    Wow.. Ada foto jurus lambaian tangan ala pemenang motogp mugello 2015 😀

    Suka

  10. iwak banaran berkata:

    saya pernah nyoba , getaran mesin di aawal2 sgt terasa dan lemot di awal.. tapi tenaga nya cukup bagus.. maklum 250cc
    tapi kendala nya byk

    pertama, daya jelajah visual kita sgt terbatas , krn windshield yg tinggi… jadi kalo ada sesuatu di bwh kita sulit liat. dibanding kita pake n max dan vario.

    model nya jelek kaku..
    memang ini mtr agak gede.. tapi desain nya aneh,,, tdk ada seni sama sekali..

    harga jual kembali super duper ancur.

    ketika saya buka bagasi nya.. wah kabel2 bertebaran tdk rapi…

    mending x max ato tmax ….
    ato n max lah .. walau saya kacaiwa dgn sspensi keras nya katanya sudah cocok dgn jalanan indonesia..

    wkwkwkwk jalanan sebelah mana??? sirkuit??

    Suka

  11. mudrino berkata:

    jadi kesimpulannya…. gede badan doang? :p

    Suka

  12. New Bonn Djovy berkata:

    Aku Kpn yo

    Suka

  13. doddy berkata:

    akang kobay test ride TNT 250 dong yang masih gress kondisinya soaonya motor anti mainstream nih kang hehehe, kobayogas rockkzz!!! 😀

    Suka

  14. badrun berkata:

    Kok gk pake helm andalan yg warna kuning mang wkwkwk

    Suka

  15. kudo78dk berkata:

    Ngngng… Gimana kalo dibanding SYM 250 gt…. Mending sym-nya kali ya 😀
    http://78deka.com/2015/07/25/review-norival-gold-untuk-innova-07-dan-jupiter-mx-puas-lur/

    Suka

  16. Asep Juga berkata:

    nu alus ge mikir heula, komo deui nu ieu…….

    Suka

  17. ali * 32 berkata:

    kesimpulan na mun harga OTR Jkt 2015 Rp 42.000.000 eta motor worth to buy nteu?

    atau mending keneh SYM / Burgman?

    #hayang_metik_tapi_diatas_150_cc

    Suka

  18. babe_umar berkata:

    sempet baca-baca di forum kaskus soal varian Zafferano ini, sempet ada kasus mesin/ cvt set nya sak glundung di ganti baru oleh ATPM karena keluhan gregel dll … tg jawab yg baik dari ATPM namun mesti ditingkatkan juga QC nya …
    Q : ente udah punya ? ahh si saya mah seneng baca ripiuw doang, pengin coba takut kepatil trus demam gak bisa tidur akibat ngidam matic gede … hahahahahah

    Suka

  19. iwak banaran berkata:

    para intel minta info cbr 250 2 silinder dan kepastian ninja 250 facelift total terbaru…

    Suka

  20. Jeremy Clarkson berkata:

    Jadi kesimpulannya mendingan TMax? Mwahahaahhaa. Kalo sama Burgman200?

    Suka

  21. Ping balik: Modifikasi Ringan Yamaha NMax, Lumayan Untuk Harian Lads.. | KobaYogas.COM

  22. Ping balik: Intermezzo: Dealer Suzuki Motor Kini Menjual Viar dan Benelli Juga? | KobaYogas.COM

  23. Ping balik: First Ride Benelli TNT 250, Suaranya Merdu Performanya Kok Kaya Gitu? | KobaYogas.COM

  24. Ahmad Fakhri berkata:

    sebenernya benelli zafferano mau kok kang diajak lari 140an. saya udh pake zafferano 1 tahun odometer tembus 33rban. rem juga sbnrnya cukup. suatu kejadia saya pernah ngerem mendadak dr kecepatan 100kpj lebih sedikit dengan jarak sekitar 15 meter.

    Suka

  25. Ping balik: Test Ride dan Review SYM GTS 250i – Giliran Performa dan Handlingnya Lads.. | KobaYogas.COM

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)