Review dan Test Ride New TVS Apache RTR200 – Terbukti Perubahannya!


New TVS Apache RTR200 1

Kobayogas.Com – Hola lads.. TVS Indonesia pada hari kamis 21/01/2015 kemarin membuka sesi test ride New TVS Apache RTR200 untuk blogger dan komunitas..

Sesi test ride New TVS Apache 200 hari kedua ini Kobayogas.com diwakili oleh salah satu dulur D’Gujubar (Paguyuban Juragan Blogger Jawa Barat) yaitu Mang Rama yang juga pemilik blog otoborn.com (TB/BB: 160/48).. Kepengen tau apa impresinya? Yuk geber lads..

DESAIN

TVS berani tampil beda. Garis besar desain sudah KBY bahas pada artikel sebelumnya. Bahkan peluncuran Apache RTR200 dihadiri artis ibu kota, ramai sangat pokoknya. Nah kali ini akan sedikit lebih detail lagi lads..

baca juga: New TVS Apache RTR200 resmi meluncur harga 23,9 juta

New TVS Apache RTR200 2

Bagian seat New TVS Apache 200 tampil sporty dengan model split, dibuat berundak tapi tetap terasa nyaman untuk rider, jok tidak terlalu tipis dan melebar. Untuk boncenger tidak terlalu nungging seharusnya masih nyaman diduduki.

Buritan New TVS Apache 200 terlihat mirip dengan versi 180cc, stoplamp sudah mengusung led 2 baris dilindungi mika bening. Tapi kok unit yang tadi dicoba lampu malam tidak menyala yah ketika mesin dinyalakan, namun untuk stoplamp menyala merah cantik tidak terlalu silau sih …imho loh

Speedometer full digitalnya, tampak simple dan lumayan rapi. Dan sepertinya stang split alias clip-on menjadi favorit, masih nyaman untuk riding harian karena memang didesain agak tinggi. Setidaknya kesan racy dari New TVS Apache 200 masih didapat untuk area ini.

TVS sengaja mendesain knalpot New TVS Apache 200 seperti ‘double barrel gun’ dan ada tujuannya. Hasilnya output suara seperti motor rasa Eropa, itulah tujuannya . Dan ini memang akan menjadi ciri khas dari TVS Apache RTR200, suara dan desain knalpot tidak ada duanya di kelasnya.

knalpot model double barrel gun, suaranya memang enak didengar

knalpot model double barrel gun, suaranya memang enak didengar. Ban standar Pirelli Sport Demon.. maknyus

Area headlight ganteng juga kok, cuma yang paling akan jadi kerjaan lagi yaitu posisi plat nopol New TVS Apache 200 ini terletak di atas headlight, bracketnya tepat didepan speedometer unit yang tanpa cover. Tanpa nomor polisi sih keren..

Spakboard depan berkelir dual tone, yang belakang menggantung rapi di buritan. Tabung shockbreaker depan dikelir gold, menambah kesan mewah. Yang istimewa yaitu penggunaan ban Pirelli sebagai standar New TVS Apache 200 menjadi yang pertama di tanah air. Ini yang bikin ngiler… Depan menggunakan ukuran 90/90 dan belakang 130/70.

Engine cover juga disertakan dalam versi standar pabrikan, jadi tidak perlu merogoh kocek lebih untuk menjadi spesial. Yah secara keseluruhan New TVS Apache RTR200 ini lumayan lengkap, cukup sulit menilai kekurangan desainnya. Apalagi dengan 3 pilihan warna Red, Black dan White yang kesemuanya doff…

ERGONOMI

Ketika dilihat saja, New TVS Apache 200 ini memang tampak besar. Tapi ternyata untuk rider yang tingginya pas-pasan memang sedikit jinjit. Tapi tidak masalah, si besar ini ternyata tidak seberat kelihatannya.

Bobotnya New Apache RTR200 ini termasuk ringan, meskipun menjinjit tidak kesulitan untuk memundurkan atau memutar motor dalam kondisi mesin mati. Posisi badan tidak terlalu tegak tidak juga terlalu menunduk, ya ditengah tengahnya lah. Pengaruh stang tinggi juga jok rider yang rendah.

New TVS Apache RTR200

Lanjut ke Halaman Dua: Fitur TVS Apache RTR200

Iklan

Tentang Kobayogas

Nama: Yogas, panggilan sejak kuliah: Kobay. Lelaki charming yang pernah mampir di Bandung dan KL di jiran saat kuliah ini adalah penggemar otomotif sejak SD. Bekerja full time sebagai kuli dunia asuransi umum sejak 2004. Wanna share some things? Contact me @kobayogasblog@gmail.com or WhatsApp 081218044747 Thanks :)
Pos ini dipublikasikan di Review, Test Ride, TVS dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

39 Balasan ke Review dan Test Ride New TVS Apache RTR200 – Terbukti Perubahannya!

  1. RichardGN berkata:

    absen malam om kobay. komen dahulu baru baca wkwk

    Suka

  2. RichardGN berkata:

    podium habisssa

    Suka

  3. Tukang Ojek Pengkolan berkata:

    Mang, kok kayaknya ngejek banget ya sama motor yang kagak ada engine cut sama pass beamnya😂emang yang kagak ada passbeam sama engine cut itu pasti jelek ya..?

    Suka

  4. martin berkata:

    kalau dikomparasi sama pulsar 200ns gimana? kan power, torsi, serta bobot masih unggul p200ns di atas kertas.. (semoga kenyamanan jok rtr 160 versi awal tetap ada di rtr 200 ini, ane ex. rtr 160 2008 rider…hehe)

    Suka

  5. Kang Udin berkata:

    Jujur, kalau TVS untuk posisi Riding sepertinya lebih nyaman dari BAJAJ. Soalnya pernah nyoba RTR 160, lebih enak dan Nyaman dari BAJAJ.

    Apa yang Apache 200 ini nyaman juga?

    Padahal kenapa ya ga di buat Liquid Cool saja sistem pendinginnya, Kompresi di patok 10,9 : 1. Wes cocok buat motor touring.

    Suka

    • martin berkata:

      tapi kalau untuk kelas pasar disitu sih lebih baik jangan pakai liquid cooling ya…terlalu banyak part dan sebenarnya ga terlalu dipake juga…

      soalnya dulu rtr160 saya sudah dimodif kompresinya jadi 14+:1 dan pakai premium, panas mesinnya beda dikit doank tuh…
      ngelitik? ya pake karbu standar ada pas rpm atas, setelah pasang karbu vakum pulsar180 sih adem tentram..sayang sudah dijual murah demi naik kelas..T.T

      Suka

      • Kobayogas berkata:

        Cuma harganya jd sama ama yg pake radiator.. Harusnya buat naekkin imej di bawahnya lah.. Itung itung promo

        Suka

      • Kang Udin berkata:

        Harusnya kalau liat harga jual jatuh mending jangan di jual om, memang harganya terjun bebas. Lebih baik di koleksi saja. Kebanyakan temen saya yang user Tvs sama Bajaj mereka juga urus motornya walaupun mereka beli motor baru. (Masuk segmen motor Hobby kali ya).

        Btw itu kompresi 14,0:1 penggantian piston high speed model jenong kali ya? Engga knocking apa om di pake premium.

        Suka

      • martin berkata:

        tadinya memang tidak mau dijual, cuman nanti motor selanjutnya kena pajak progresif…lumayan bedanya ampir 200rb..

        Bukan piston hi speed sih, cuman piston megapro di modif sedikit atasnya..memang aslinya sudah jenong..karena saya males ukur jenongnya berapa cc, makanya saya tidak tahu juga kompresinya 14 lebih berapa, karena klo pake piston tiger saja sudah 13.7:1 (flat)

        ngelitik pas pake karbu asli, mulai 9000rpm di gigi 5..(redline)
        setelah pakai karbu pulsar 180 sih udah ga ada ngelitik lagi..dan ya, pakai premium..

        Suka

  6. Indomoto berkata:

    kalo gak geter mah kurang seru

    Suka

  7. ardiantoyugo berkata:

    Jok e maksa…

    Buka tabungan tanpa biaya admin perbulan: http://wp.me/p1eQhG-1vV

    Suka

  8. underyoke berkata:

    Getaran diatas RPM 6000 gimana Om?
    Itu ban bawaan gak salah yak?
    😀

    Suka

  9. azizismailblog berkata:

    Pendapat sih, ini motor value for money. Dgn harga segitu fitur2nya menang byk dr yg harga mirip2. Syg merk krg diminati. Dealer tvs di buah batu bdg aja udh kaya yg ga keurus tuh.
    Cat putih doff? Bakal susah dibersiin ga tuh?

    Suka

  10. kudo78dk berkata:

    Vibrasi di rpm menengah atas gimana mang??? Penasaran nih….
    http://78deka.com/2016/01/24/2-gambar-ini-menunjukkan-supra-x-150-dan-headlamp-di-batok-stang/

    Suka

  11. Besok Siang berkata:

    di media sebelah, apache rtr 200 tembus 144kpj

    Suka

  12. NuKasev berkata:

    Kayaknya lebih bagus gak pake engine cover Mang.. lebih berotot

    Suka

  13. Ping balik: Menolak Lupa Sensasi Geber TVS Apache RTR200 Di Sentul International Circuit Bogor Indonesia | otoborn

Orang Bijak Tinggalkan Jejak...Diskusi Sehat Pasti Mengasyikkan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s